Pelatihan berbasis kebutuhan industri disiapkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di kawasan IKN.
NUSANTARA – Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan tenaga pengamanan profesional dari masyarakat lokal guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di kawasan IKN. Upaya ini diwujudkan melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri yang menyasar warga di wilayah delineasi, Rabu (29/04/2026).
Program pelatihan yang melibatkan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kaltim tersebut diikuti 20 peserta dari Kecamatan Sepaku, Kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Samboja, dan Kecamatan Samboja Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing dan terserap dalam pembangunan IKN.
Pelatihan tenaga pengamanan ini dilaksanakan selama 29 April hingga 5 Mei 2026 di Guest House Nur Aziziah, Balikpapan, dengan pendekatan tailor made training atau pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Model pelatihan ini dirancang untuk menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan industri pengamanan profesional di kawasan IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam pembangunan kawasan ibu kota baru.
“Salah satu tugas kita bersama adalah memastikan masyarakat di seluruh wilayah delineasi IKN terlibat dalam pembangunan. Kami secara konsisten merekrut dan melatih, terutama anak muda yang belum bekerja atau melanjutkan pendidikan, agar memiliki daya tawar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan,” ujar Alimuddin sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (29/04/2026).
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan profesionalisme peserta agar mampu memenuhi standar kerja yang dibutuhkan.
Pembina Pelatihan, Rudiansyah, turut menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Ia menyebut kompetensi dan sikap profesional sebagai faktor utama dalam memenangkan persaingan kerja.
“Kita mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja. Pengamanan yang kita jalankan harus mengedepankan profesionalisme,” ujar Rudiansyah.
Selain fokus pada sektor pengamanan, Otorita IKN juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti pelatihan ecoprint bagi pelaku usaha kerajinan, termasuk perajin batik. Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di wilayah IKN.
Melalui rangkaian program tersebut, Otorita IKN berupaya memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang memiliki kapasitas ekonomi dan keterampilan yang memadai untuk berkembang di kawasan ibu kota baru. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan