Kegiatan Hubbul Qur’an di Sangatta memperlihatkan keberhasilan kolaborasi sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi Qur’ani sejak usia dini.
KUTAI TIMUR – Sinergi antara orang tua dan sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini tampak kuat dalam kegiatan Hubbul Qur’an Angkatan ke-14 yang diikuti 118 siswa Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TK IT) Daarussalam Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (02/05/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembuktian keberhasilan pendidikan berbasis nilai keagamaan sekaligus mempererat peran keluarga dalam proses pembelajaran anak.
Bertempat di Ruang Akasia Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi Sangatta, kegiatan tersebut menampilkan capaian pembelajaran siswa, mulai dari tartil jilid 1 hingga 6 serta tahfiz juz 29 dan 30. Penampilan itu disaksikan langsung oleh para orang tua yang turut merasakan perkembangan anak-anak mereka dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Ketua Yayasan Pembina Muslim Daarussalam, Muhammad Idris Thawil AR, menegaskan bahwa pendekatan pendidikan berbasis Al-Qur’an harus dimulai sejak usia dini untuk membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia.
Sementara itu, Kepala TK IT Daarussalam Sangatta, Khusnul Khotimah, menekankan bahwa masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam pembentukan karakter sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga spiritual.
“Kami berharap Al-Qur’an menjadi sahabat pertama anak-anak, menjadi lantunan yang akrab di telinga mereka, serta menjadi cahaya yang menerangi proses tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Hubbul Qur’an merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan orang tua selama dua tahun pembelajaran. Seluruh siswa telah mengikuti program tartil dan tahfiz secara bertahap, bahkan sebagian sudah mampu membaca Al-Qur’an secara langsung.
“Keberhasilan anak-anak hari ini adalah buah dari kerja sama yang erat antara sekolah dan orang tua. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal terbaik bagi kita semua,” tambahnya.
Dukungan orang tua juga terlihat dari kesaksian salah satu wali murid, Restu Widiodari, yang mengaku bangga atas capaian anak-anak. Ia menilai proses pembelajaran di TK IT Daarussalam tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kami sebagai orang tua sangat terharu melihat anak-anak mulai lancar membaca dan menghafal Al-Qur’an. Bahkan, bukan hanya mereka yang belajar, tetapi kami sebagai orang tua juga ikut belajar bersama mereka,” ungkapnya, sebagaimana diwartakan Inews, Sabtu (02/05/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak serta berharap lembaga pendidikan tersebut terus melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an.
Kegiatan ditutup dengan suasana haru ketika para siswa menampilkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an di hadapan orang tua mereka, menjadi penegasan bahwa pendidikan berbasis nilai agama mampu membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan