gambar ilustrasi

Aksi Cepat Damkar Evakuasi Kobra dari Dalam WC

Petugas berhasil mengevakuasi ular kobra dari kamar mandi rumah warga setelah hewan berbisa tersebut masuk diduga karena mengejar tikus.

NUNUKAN – Seekor ular kobra sepanjang lebih dari satu meter ditemukan di dalam kamar mandi rumah warga di wilayah Kabupaten Nunukan, Jumat (01/05/2026) siang. Hewan berbisa tersebut berhasil diamankan oleh tim rescue setelah sempat melakukan perlawanan saat proses evakuasi.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.35 Wita di kediaman Iwan, warga Jalan Porsas Gang M Hatta RT 15, Kelurahan Nunukan Timur. Saat hendak memasuki kamar mandi, Iwan dikejutkan dengan keberadaan ular kobra yang sedang memangsa seekor tikus di dalam ruangan tersebut.

Dilanda kepanikan, Iwan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan evakuasi seperti senter kepala, stik ular, dan sarung tangan.

Komandan Regu (Danru) rescue Langkat menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat posisi ular berada di dalam ruang sempit. “Sampai di lokasi kejadian, pemilik rumah langsung menunjukkan posisi ular, saat membuka pintu WC kami sangat hati-hati, karena khawatir ular berada di dekat pintu dan melakukan perlawanan,” kata Langkat, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Jumat (01/05/2026).

Menurut Langkat, ular kobra sempat bersikap agresif saat hendak diamankan. Namun, berkat kesigapan petugas, hewan tersebut berhasil dijepit menggunakan dua stik hingga akhirnya dapat dikeluarkan dari dalam kamar mandi.

“Dengan jepitan dua stik, ular dikeluarkan dari WC lalu diamankan oleh petugas rescue pemadam,” paparnya.

Ia menduga, kemunculan ular tersebut dipicu keberadaan mangsa seperti tikus yang masuk ke dalam rumah. Kondisi lingkungan yang kurang bersih juga berpotensi menjadi faktor pendukung hadirnya hewan berbahaya tersebut.

Langkat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, menutup celah yang memungkinkan hewan liar masuk, serta mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. “Tetap waspada terhadap gangguan atau kehadiran hewan berbahaya dan berbisa di rumah, bila diperlukan bantuan segera hubungi petugas,” tutupnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com