Perubahan tutupan lahan dan curah hujan tinggi disebut menjadi penyebab utama banjir di Jalan Raya Puncak–Cipanas.
CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mengungkap penyebab utama banjir yang berulang kali terjadi di sepanjang Jalan Raya Puncak–Cipanas, yakni kombinasi cuaca ekstrem dan perubahan tutupan lahan yang berlangsung dalam jangka panjang.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Bambang, menjelaskan bahwa alih fungsi lahan menjadi faktor krusial yang memperparah kondisi banjir di kawasan tersebut. Perubahan dari lahan perkebunan tanaman keras menjadi tanaman musiman dinilai meningkatkan risiko erosi dan sedimentasi.
“Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak, sering terendam banjir. Faktor penyebab banjir tentunya akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dan adanya perubahan tutupan lahan yang sudah berlangsung lama, sehingga air langsung turun ke organisasi dan penutupan jalan,” kata Bambang sebagaimana dilansir Antara, Selasa, (05/05/2026).
Ia menambahkan, kondisi geografis kawasan Puncak yang memiliki kemiringan lereng turut mempercepat aliran air permukaan ketika hujan deras terjadi. Tanpa adanya vegetasi penahan yang memadai, air hujan langsung mengalir ke badan jalan dan menyebabkan genangan hingga banjir.
Selain itu, perubahan pola penggunaan lahan dinilai berdampak pada menurunnya kemampuan tanah dalam menyerap air. Hal ini memperbesar potensi limpasan air yang berujung pada genangan di jalur utama penghubung tersebut.
Pemkab Cianjur menilai perlu adanya langkah penataan kembali tata ruang serta pengendalian alih fungsi lahan guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan wisata tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan