Kecelakaan antara sepeda motor dan truk di Jalan Sintang–Putussibau, Kapuas Hulu, menewaskan seorang pengendara yang diduga tengah melakukan perjalanan untuk bekerja.
KAPUAS HULU – Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di ruas Jalan Sintang–Putussibau, tepatnya di tikungan depan GPSK Rantau, Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Selasa (05/05/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui mengendarai sepeda motor Supra GTR 150 bernomor polisi KB 6703 KI. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban melaju dari arah Kabupaten Sintang (Sintang) menuju Putussibau, sementara truk datang dari arah berlawanan.
Seorang saksi mata mengungkapkan korban sempat terlihat melintas dari arah Simpang Silat sebelum kecelakaan terjadi. “Dia tadi di belakang istri saya, istri saya lihat dia menabrak truk di sisi kanan jalan,” ungkap saksi sebagaimana diberitakan Ruai Tv, Selasa (05/05/2026).
Benturan keras mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.
Namun, informasi yang beredar di masyarakat menyebut korban bernama Deman, warga Kemangai 2, Desa Lunjan Tinggang, Kecamatan Ambalau, Sintang, dengan asal Tontang.
Dari barang bawaan yang ditemukan di lokasi kejadian, korban diduga tengah melakukan perjalanan untuk bekerja. Petugas menemukan uang tunai sekitar Rp300 ribu dan beberapa liter bensin di dalam tas milik korban yang diduga sebagai bekal perjalanan jauh.
Jenazah korban telah dievakuasi menuju Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hilir di Simpang Silat guna penanganan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menyisakan duka bagi warga sekitar. Masyarakat yang mengenali korban atau memiliki informasi terkait keluarga korban diimbau segera menghubungi aparat setempat agar proses identifikasi dan penanganan dapat berjalan lebih cepat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan