Presiden AS menyatakan serangan terhadap kapal Iran di Selat Hormuz tidak melanggar gencatan senjata meski memicu ketegangan baru.
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa serangan militer AS terhadap kapal-kapal kecil Iran di Selat Hormuz tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata, meskipun aksi tersebut memicu sorotan terkait eskalasi konflik di kawasan strategis tersebut.
Trump menyatakan pasukan AS telah menghancurkan tujuh kapal militer kecil Iran dalam operasi yang dilakukan di perairan Selat Hormuz. Namun, ia menilai tindakan tersebut tetap berada dalam koridor yang tidak melanggar komitmen penghentian konflik.
Saat dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai definisi pelanggaran gencatan senjata, Trump tidak memberikan rincian yang jelas. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di jalur pelayaran vital tersebut.
Langkah militer ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global dan kerap menjadi titik rawan konflik geopolitik.
Pernyataan Trump tersebut, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Rabu, (06/05/2026), menimbulkan berbagai interpretasi terkait batasan gencatan senjata dan potensi risiko eskalasi lanjutan di kawasan.
Dengan kondisi yang masih belum stabil, berbagai pihak internasional diharapkan dapat mendorong dialog untuk meredakan ketegangan dan menjaga keamanan jalur perdagangan global yang krusial ini. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan