Pemerintah AS menyatakan operasi ofensif Epic Fury terhadap Iran telah selesai setelah hampir sebulan gencatan senjata berlangsung.
JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan operasi ofensif terhadap Iran yang diberi nama Epic Fury telah berakhir. Pengumuman tersebut menandai berakhirnya salah satu fase konflik militer antara Washington dan Teheran setelah hampir satu bulan gencatan senjata berlangsung.
Kepastian penghentian operasi disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio, kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (05/05/2026) waktu setempat. Rubio menyebut pemerintah AS telah menyelesaikan tahapan operasi militer yang sebelumnya dilaporkan kepada Kongres AS.
“Operasi telah berakhir — Epic Fury — seperti yang diberitahukan presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (06/05/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru meredanya eskalasi konflik antara AS dan Iran setelah ketegangan militer meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Namun, pemerintah AS belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai langkah lanjutan pasca-operasi maupun perkembangan hubungan diplomatik dengan Teheran.
Operasi Epic Fury sebelumnya menjadi bagian dari respons militer AS terhadap konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Meski operasi ofensif dihentikan, situasi keamanan regional masih terus dipantau karena ketegangan antara kedua negara dinilai belum sepenuhnya mereda.
Berakhirnya operasi tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan, termasuk keamanan jalur energi internasional dan stabilitas politik Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan