Menaker Dorong Lulusan Magang Punya Sertifikat Kompetensi

Pemerintah memfasilitasi sertifikasi kompetensi gratis bagi lulusan program pemagangan nasional agar memiliki bukti formal keterampilan dan lebih siap bersaing di dunia kerja.

JAWA BARAT – Sertifikasi kompetensi menjadi kunci penguatan daya saing lulusan program pemagangan nasional agar tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga bukti formal yang diakui industri. Pemerintah memfasilitasi sertifikasi gratis bagi peserta yang telah menyelesaikan program tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, pengakuan formal atas keterampilan peserta magang penting untuk memperkuat posisi mereka di pasar kerja. Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di Perseroan Terbatas (PT) Yupi Indo Jelly Gum Terbuka (Tbk), Gunung Puteri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (06/05/2026).

“Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri,” ujar Yassierli sebagaimana diberitakan Sumber berita, Rabu (06/05/2026).

Yassierli mengungkapkan, sebagian peserta magang telah terserap sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani pelatihan. Sementara itu, peserta lainnya masih berada dalam tahap evaluasi oleh perusahaan.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha menilai kontribusi nyata peserta selama masa pemagangan. Karena itu, peserta diminta memanfaatkan kesempatan magang untuk menunjukkan kapasitas, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan industri.

“Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional,” katanya.

Yassierli juga mengapresiasi kolaborasi antara pengelola program, peserta, dan perusahaan mitra. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemagangan tidak berhenti pada pengalaman kerja, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan.

“Dengan kombinasi pengalaman kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi, pemerintah optimistis kualitas tenaga kerja nasional akan semakin selaras dengan dinamika industri,” ucapnya.

Salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa (23), yang ditempatkan di bagian warehouse administration, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia menilai lingkungan kerja memberikan ruang untuk menerapkan teori dari bangku kuliah ke dalam praktik nyata.

“Program magang ini sangat berbeda dengan teori di kampus. Lingkungan warehouse lebih dinamis dan fleksibel, sehingga saya dapat melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat serta beradaptasi di lapangan,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 32 peserta magang dari Batch 2 dan Batch 3 telah ditempatkan di berbagai posisi di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri. Mereka mengisi bidang administrasi hingga teknis, termasuk Continuous Improvement (CI) yang berfokus pada efisiensi produksi dan pemeliharaan mandiri.

Program pemagangan nasional diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Melalui pengalaman langsung serta sertifikasi kompetensi, lulusan magang diharapkan lebih siap bersaing dan lebih mudah terserap dalam pasar kerja. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com