Kebakaran meteran listrik di SMK Mutiara Bangsa Sebatik diduga dipicu korsleting akibat beban listrik berlebih dan nyaris merembet ke ruang penyimpanan komputer sekolah.
NUNUKAN – Kebakaran meteran listrik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mutiara Bangsa, Jalan H Majid Nomor 02, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik, Kamis (07/05/2026) siang, nyaris merembet ke ruangan berisi peralatan komputer sekolah. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menyebabkan kerusakan lebih besar.
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting akibat beban listrik berlebih pada instalasi meteran listrik yang terpasang di bagian dinding luar bangunan sekolah.
Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sektor Sebatik, Mulyadi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari seorang warga bernama Ramlah sekitar pukul 10.54 Wita.
“Kami menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran yang diperbantukan dari Sektor Sebatik Timur,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, proses pemadaman dapat dilakukan setelah pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemutusan arus listrik di lokasi kejadian sehingga api tidak kembali menyala.
“Kondisi bangunan aman, hanya meteran listrik saja yang terbakar,” tambahnya, sebagaimana dilansir Simp4tik, Kamis, (07/05/2026).
Ia menjelaskan posisi meteran listrik yang terbakar berada tepat di bagian luar ruangan yang di dalamnya menyimpan sejumlah perangkat komputer sekolah. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran karena api berpotensi merembet ke dalam bangunan apabila terlambat ditangani.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan di sekitar titik kebakaran guna memastikan tidak ada sisa api maupun percikan listrik yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Kami membantu melakukan pengecekkan dan memastikan api benar-benar padam, sehingga kondisi menjadi aman dan terkendali,” katanya.
Mulyadi juga mengimbau pihak sekolah maupun yayasan pendidikan agar memiliki alat pemadam api ringan (APAR) serta memahami penggunaannya sebagai langkah antisipasi awal ketika terjadi kebakaran kecil.
Menurutnya, keberadaan APAR sangat penting untuk mempercepat penanganan awal sebelum api membesar dan membahayakan bangunan maupun keselamatan penghuni sekolah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden itu menjadi pengingat pentingnya pengawasan penggunaan instalasi listrik di lingkungan pendidikan guna mencegah risiko kebakaran akibat korsleting listrik. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan