Polres Halut menyelidiki dugaan kelalaian porter dan pemandu pendakian setelah satu pendaki ditemukan meninggal dunia dan dua warga Singapura masih hilang akibat insiden letusan Gunung Dukono.
HALMAHERA UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara (Halut) mendalami dugaan kelalaian porter dan pemandu pendakian dalam insiden letusan Gunung Dukono yang menewaskan seorang pendaki berinisial E. Sementara itu, dua pendaki asal Singapura hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Halut Erlichson Pasaribu mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman, dan kalau sampai terbukti ada pelanggaran yang menyebabkan jiwa korban, porter dan pengemudi bisa dijerat pidana jadi untuk sementara proses penyelidikan masih jalan,” kata Erlichson saat konferensi pers di Markas Polres (Mapolres) Halut, Jumat (08/05/2026), sebagaimana dilansir Antara, Jumat (08/05/2026).
Polres Halut kini mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk porter dan pemandu pendakian yang mendampingi rombongan pendaki saat aktivitas berlangsung di kawasan Gunung Dukono.
Insiden tersebut mencuat setelah seorang pendaki berinisial E ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (09/05/2026). Di sisi lain, dua warga negara Singapura yang ikut dalam pendakian masih belum ditemukan sehingga upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pihak kepolisian menyatakan fokus utama saat ini ialah memastikan proses pencarian korban hilang berjalan maksimal sekaligus menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam prosedur pendakian di kawasan gunung api aktif tersebut.
Gunung Dukono diketahui merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara yang kerap mengalami aktivitas erupsi dan menjadi perhatian otoritas keselamatan bagi aktivitas pendakian maupun wisata alam. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan