Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan peningkatan operasi militer di Selat Hormuz apabila kesepakatan dengan Iran gagal tercapai.
WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang peningkatan kekuatan militer Amerika di Selat Hormuz apabila negosiasi dengan Iran tidak mencapai kesepakatan. Ancaman tersebut disampaikan Trump dengan menyebut kemungkinan kelanjutan operasi militer Project Freedom di kawasan strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat menanggapi perkembangan hubungan AS dan Iran. Menurut Trump, Washington akan mengambil langkah berbeda jika proses kesepakatan tidak berhasil diselesaikan.
“Kita akan menempuh jalur yang berbeda jika semuanya tidak ditandatangani dan diselesaikan,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Sabtu, (09/05/2026).
Saat ditanya kemungkinan AS kembali melanjutkan Project Freedom, Trump awalnya menyatakan operasi tersebut kemungkinan tidak diteruskan. Namun, ia tetap membuka peluang pengerahan militer lanjutan di Selat Hormuz.
” Saya rasa tidak,” jawab Trump ketika ditanya soal kelanjutan Project Freedom, tetapi kemudian menambahkan bahwa AS masih “mungkin akan melanjutkannya“.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur pelayaran vital bagi distribusi energi dunia. Ketegangan di kawasan tersebut kerap memicu kekhawatiran internasional karena dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan perdagangan global.
Pernyataan Trump itu kembali memunculkan perhatian terhadap hubungan AS dan Iran yang masih diwarnai ketegangan geopolitik, terutama terkait keamanan kawasan Timur Tengah. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan