gambar ilustrasi

Pemain Futsal Banjarmasin Selamat Usai Mencebur dari Jembatan Basirih

Pemain futsal asal Banjarmasin berinisial RHH alias Riyan berhasil diselamatkan setelah menceburkan diri dari Jembatan Basirih pada Senin malam.

BANJARMASIN – Pemain futsal asal Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berinisial RHH alias Riyan (29), berhasil diselamatkan setelah menceburkan diri dari Jembatan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Senin (11/05/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) itu sempat menggegerkan keluarga, teman korban, dan warga sekitar. Korban yang diketahui merupakan warga Jalan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, diduga sedang mengalami tekanan emosional, sebagaimana diberitakan Suarindonesia, Senin (11/05/2026).

RHH dikenal sebagai salah satu pemain futsal berbakat asal Banjarmasin sejak 2017. Ia disebut pernah menembus level profesional dan nasional sehingga aksinya di Jembatan Basirih mengejutkan orang-orang terdekatnya.

Setelah menerima laporan adanya orang menceburkan diri dari jembatan, anggota Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin bersama tim relawan gabungan langsung menuju lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar sungai.

Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi masih hidup. Korban kemudian dibawa ke rumahnya untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan dari keluarga.

Berdasarkan keterangan teman korban, M Taufiq Fadillah (24), warga Banjar Indah Permai, Kecamatan Banjarmasin Selatan, korban saat itu pergi bersama dua temannya menggunakan dua sepeda motor.

Mereka sempat berhenti di atas Jembatan Basirih. Saat teman-temannya lengah, korban tiba-tiba menceburkan diri ke sungai hingga membuat mereka panik dan meminta pertolongan warga sekitar.

”Riyan nekat menceburkan diri diduga depresi karena diputusin pacarnya seminggu yang lalu, dan kami pun sempat melarangnya untuk melakukan perbuatan tersebut,” ucap temannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepekaan keluarga dan lingkungan terdekat terhadap perubahan kondisi emosional seseorang, terutama ketika menghadapi tekanan berat. Korban diharapkan segera pulih dan mendapat pendampingan yang memadai. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com