Laporan intelijen AS menyebut Iran masih menguasai sekitar 90 persen fasilitas rudal bawah tanahnya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
WASHINGTON – Laporan intelijen terbaru Amerika Serikat (AS) mengungkap Iran disebut masih mempertahankan sebagian besar kekuatan rudal bawah tanahnya meski tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Temuan tersebut dinilai menjadi tantangan strategis baru bagi Washington dalam menghadapi Teheran.
Berdasarkan penilaian rahasia badan intelijen AS, Iran dilaporkan telah kembali menguasai sekitar 90 persen fasilitas rudal bawah tanah yang tersebar di berbagai wilayah negara itu. Informasi tersebut disampaikan kepada para pengambil keputusan di AS pada awal Mei 2026.
Laporan itu juga menyebut Teheran tetap mampu menjaga sebagian besar persenjataan rudalnya di tengah situasi konflik regional yang terus berkembang. Kondisi tersebut memperkuat posisi strategis Iran dalam bidang pertahanan militer.
“Penilaian rahasia, yang dilakukan awal bulan ini, mengatakan Teheran telah mempertahankan sebagian besar persenjataan rudalnya, mengembangkan tantangan strategis bagi Washington di tengah apa yang digambarkan para pejabat sebagai kekurangan amunisi utama yang parah,” sebagaimana diberitakan Sindo News, Rabu, (13/05/2026).
Temuan intelijen tersebut memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pejabat AS terkait efektivitas tekanan terhadap Iran, terutama setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, laporan dari sumber yang dikutip The New York Times menyebut kemampuan Iran mempertahankan fasilitas rudal bawah tanah menjadi faktor penting dalam kalkulasi keamanan regional. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait laporan intelijen tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan