Ocean Prosperity Academy di Amed, Bali, hadir sebagai ruang edukasi inklusif untuk memperkuat kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut.
KARANGASEM – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut diperkuat melalui peluncuran Ocean Prosperity Academy di kawasan Amed, Bali. Akademi ini hadir sebagai ruang edukasi terbuka yang menghubungkan masyarakat pesisir dengan isu kelautan melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan keterlibatan komunitas.
Ocean Prosperity Academy dikembangkan oleh Ocean Prosperity sebagai bagian dari langkah mempererat hubungan manusia dengan laut melalui edukasi yang mendorong aksi nyata. Berbeda dengan lembaga pendidikan konvensional, akademi ini dirancang lebih inklusif dengan metode pembelajaran yang relevan terhadap kehidupan masyarakat pesisir sehari-hari.
Berlokasi di Amed, kawasan pesisir yang kehidupan masyarakatnya bergantung pada sumber daya laut, akademi tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti workshop, diskusi kolaboratif, hingga sesi berbagi pengalaman. Program itu melibatkan pelajar, pendidik, nelayan, dan masyarakat lokal agar dapat memahami persoalan kelautan dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan pembelajaran juga melibatkan pelaku usaha lokal, seperti Amed Cafe dan Kebun Wayan, yang menyediakan ruang interaksi komunitas untuk mendukung suasana belajar yang terbuka dan partisipatif.
Co-Founder Ocean Prosperity, Jeremias Mandel, mengatakan pendekatan edukasi yang dibangun tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan laut.
“Melalui Ocean Prosperity Academy, kami ingin menghadirkan pemahaman yang tidak berhenti di teori, tetapi bisa mendorong adanya perubahan nyata,” ujar Jeremias Mandel sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (13/05/2026).
“Laut adalah bagian besar dari kehidupan manusia. Satu hal yang kami selalu percaya, semakin mengerti seseorang tentang laut, semakin besar dorongan untuk menjaganya,” tambahnya.
Kehadiran akademi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara komunitas lokal dan pegiat lingkungan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan