Sekolah Lansia Maleke Hadir di Bontang, Jadi Rumah Kedua Para Lansia

Sekolah Lansia “Maleke” diresmikan di Kelurahan Kanaan sebagai ruang belajar, interaksi sosial, dan penguatan kualitas hidup bagi lansia di Bontang.

BONTANG – Sekolah Lansia “Maleke” resmi dibuka di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Jumat (22/05/2026), sebagai ruang belajar dan interaksi sosial bagi lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat pelayanan bagi kelompok rentan, terutama lanjut usia, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Jumat, (22/05/2026). Program ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menjaga aktivitas kognitif, fisik, dan sosial para lansia.

Mewakili Wali Kota (Wali Kota) Bontang, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, meresmikan langsung Sekolah Lansia “Maleke”. Kegiatan tersebut dibuka dengan paduan suara “Mars Lansia” yang dibawakan oleh 30 peserta lanjut usia.

Dasuki mengatakan, keberadaan Sekolah Lansia menjadi penting karena jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 dan laporan World Health Organization (WHO), persentase lansia di Indonesia mencapai 10,82 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 19,6 persen pada 2045.

“Fenomena ini mengharuskan kita berpikir cepat dan bertindak tepat agar para lansia tidak menjadi beban demografi, melainkan menjadi lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif,” ujar Dasuki.

Menurut Dasuki, Sekolah Lansia dihadirkan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi para lansia. Melalui program tersebut, para lansia diharapkan tetap memiliki kegiatan positif, memperluas relasi sosial, serta menjaga semangat untuk terus belajar.

“Kepada Bapak dan Ibu siswa Sekolah Lansia Maleke, jadikanlah sekolah ini sebagai rumah kedua yang penuh keceriaan. Jangan pernah berhenti belajar dan saling menguatkan,” harapnya.

Selain membuka ruang edukasi bagi lansia, Pemkot Bontang juga menegaskan komitmen pelindungan sosial melalui capaian Universal Health Coverage (UHC) Award tingkat utama dan pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara gratis. Pemkot Bontang juga menggulirkan bantuan sosial sebesar Rp300 ribu per bulan bagi lansia rentan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Yuliani; Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati; perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB), Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga, Siti Slamet Mulyati; Human Resources Development (HRD) Perseroan Terbatas (PT) Kaltim Parna Industri (KPI), Budi Hermawan; Camat Bontang Barat, Mustamin Syam; serta Lurah Kanaan, Hermin Della.

Sinergi pelayanan publik juga diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT KPI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia.

“Atas nama Wali Kota, Pemerintah Kota Bontang mengucapkan apresiasi PT KPI, Dinas Kesehatan, Camat dan Lurah Kanaan, atas kolaborasi pelaksanaan kegiatan ini ikut mendorong dan upaya kita bersama meningkatkan agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dan sejahtera,” apresiasi Dasuki.

Sebagai bagian dari kegiatan, panitia juga menyerahkan bingkisan bagi lansia, bantuan alat biopori, serta melakukan peninjauan Friday Market. Kehadiran Sekolah Lansia “Maleke” diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang ramah lansia sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat Bontang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com