Iran Buka Jalur Damai Baru dengan AS dan Israel

Iran dan Pakistan membahas proposal penghentian konflik bersenjata antara AS dan Israel, meski isu uranium serta Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama diplomasi.

TEHERAN – Iran mulai membuka ruang diplomasi baru untuk meredakan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pertemuan lanjutan dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi di Teheran, Jumat (22/5/2026). Pertemuan itu difokuskan pada pembahasan proposal konkret penghentian konflik bersenjata yang hingga kini masih memicu ketegangan kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang pembentukan kerangka kerja perdamaian sekaligus upaya menjembatani perbedaan kepentingan antara Teheran dan Washington. Namun, proses negosiasi masih dibayangi persoalan kepemilikan cadangan uranium Iran serta penguasaan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

Naqvi disebut kembali membawa pesan terbaru dari pemerintah AS kepada Iran dua hari sebelum pertemuan berlangsung. Langkah Pakistan itu dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur komunikasi internasional di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dan keamanan di kawasan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim dan Iranian Students News Agency (ISNA), Pakistan berperan sebagai fasilitator komunikasi untuk mempercepat penyusunan formula perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai. Informasi tersebut sebagaimana dilansir Fin, Jumat (22/05/2026).

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hasil akhir pembicaraan tersebut. Namun, pertemuan lanjutan ini dinilai menjadi sinyal adanya peluang baru bagi proses diplomasi di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda antara Iran, AS, dan Israel. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com