Dubes Azerbaijan untuk Indonesia menegaskan sejarah demokrasi dan kesetaraan gender menjadi fondasi penting bagi perkembangan negaranya sejak kemerdekaan pada 1918.
JAKARTA – Duta Besar (Dubes) Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Abil Rzayev, menegaskan sejarah demokrasi dan kesetaraan gender menjadi bagian penting dalam perjalanan berdirinya Republik Demokratik Azerbaijan yang diperingati setiap 28 Mei.
Pernyataan tersebut disampaikan Rzayev dalam sebuah acara yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Dalam sambutannya, Rzayev mengajak para tamu mengenang momentum berdirinya Republik Demokratik Azerbaijan pada 28 Mei 1918.
Menurut Rzayev, Azerbaijan tercatat sebagai republik demokratis sekuler pertama di dunia Muslim meski masa kemerdekaan awal negara tersebut berlangsung singkat. Ia menilai periode itu menjadi fondasi penting bagi sistem pemerintahan demokratis di Azerbaijan hingga saat ini.
“Azerbaijan juga merupakan salah satu negara pertama di dunia yang memberikan hak pilih kepada perempuan,” ujar Rzayev, sebagaimana dilansir Medcom, Minggu (24/05/2026).
Rzayev menambahkan nilai demokrasi dan kesetaraan yang dibangun sejak awal kemerdekaan terus menjadi bagian penting dalam perkembangan Azerbaijan modern. Kehadiran sejumlah pejabat Indonesia dalam acara tersebut juga mencerminkan hubungan diplomatik yang terus terjalin antara kedua negara. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan