Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Antofagasta, Chili Utara, namun otoritas memastikan tidak ada ancaman tsunami maupun laporan korban jiwa awal.
ANTOFAGASTA – Otoritas Chili memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah utara negara itu tidak menimbulkan ancaman tsunami maupun laporan korban jiwa pada fase awal penanganan bencana, meski getaran kuat sempat dirasakan warga hingga sekitar Kota Calama.
Gempa terjadi di wilayah Antofagasta, Chili Utara, pada Selasa (26/05/2026) pukul 17.52 waktu setempat. Pusat Seismologi Nasional Universitas Chili mencatat episentrum gempa berada sekitar 12 kilometer di selatan Calama.
Setelah gempa terjadi, Layanan Hidrografi dan Oseanografi Chili segera melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan laut dan memastikan tidak ada risiko tsunami di sepanjang pesisir negara tersebut. Kepastian itu memberikan ketenangan bagi masyarakat di wilayah pantai yang sebelumnya sempat meningkatkan kewaspadaan.
“Episentrum terletak 12 kilometer (7,45 mil) selatan kota Calama, tetapi pihak berwenang melaporkan tidak ada korban jiwa pada awalnya,” sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa (26/05/2026).
Chili dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kawasan tersebut merupakan titik pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif yang kerap memicu gempa bumi dengan berbagai skala kekuatan.
Aktivitas seismik di Chili dipengaruhi tumbukan antara lempeng Nazca dan Amerika Selatan yang terus bergerak secara aktif. Kondisi geologis itu membuat negara tersebut rutin mengalami getaran bumi, mulai dari skala ringan hingga gempa besar yang berpotensi merusak.
Meski tidak memicu tsunami, otoritas setempat tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak tetap terjaga. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan