Laporan intelijen dan lembaga kajian militer AS menunjukkan Ukraina berhasil merebut kembali sejumlah wilayah, sementara laju ekspansi teritorial Rusia melambat signifikan sepanjang 2026.
WASHINGTON – Laporan terbaru lembaga intelijen dan pengamat militer Amerika Serikat (AS) menunjukkan laju kemajuan pasukan Rusia di Ukraina mengalami perlambatan signifikan sepanjang 2026, meski Moskow masih mencatat keuntungan teritorial terbatas di sejumlah wilayah pertempuran.
Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (Defense Intelligence Agency/DIA) melaporkan Ukraina berhasil merebut kembali sebagian wilayah yang sebelumnya dikuasai Rusia. Temuan tersebut memperkuat penilaian bahwa dinamika medan perang mulai menunjukkan perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Kongres AS pada 18 Mei, DIA menyebut, “Ukraina merebut kembali sekitar 400 kilometer persegi di dalam dan sekitar Dnipropetrovsk – lebih banyak wilayah daripada kapan pun sejak akhir tahun 2022 – selama kuartal tersebut.”
Data tersebut menunjukkan keberhasilan pasukan Ukraina memperluas area yang direbut kembali di tengah konflik yang masih berlangsung. Informasi itu sebagaimana diberitakan Sindonews, Minggu, (31/05/2026).
Sementara itu, lembaga kajian militer Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington mencatat Rusia masih memperoleh keuntungan wilayah bersih sepanjang 2026, namun dengan laju yang jauh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.
ISW mencatat pasukan Rusia hanya memperoleh tambahan wilayah bersih sekitar 104 kilometer persegi selama periode 1 Januari hingga 26 Mei 2026. Angka tersebut jauh di bawah capaian pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.619 kilometer persegi.
Menurut kajian ISW, pasukan Rusia sempat menyusup dan memperebutkan wilayah seluas 628 kilometer persegi. Namun, sebagian besar area tersebut belum berhasil dikuasai secara penuh sehingga belum dapat dikategorikan sebagai wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kendali Moskow.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persaingan perebutan wilayah di garis depan masih berlangsung ketat. Di sisi lain, keberhasilan Ukraina merebut kembali sejumlah area menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi dinamika konflik pada bulan-bulan mendatang. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan