gambar ilustrasi

Ular Berbisa Teror Warga Amuntai, Petugas Bongkar Lantai Rumah

Ular kobra hitam yang muncul di permukiman padat Kompleks CPS II Amuntai belum berhasil ditangkap meski petugas Damkar HSU telah melakukan pencarian hingga malam hari.

HULU SUNGAI UTARA – Warga Kompleks CPS II Rukun Tetangga (RT) 21, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seekor ular kobra hitam beberapa kali terlihat berkeliaran di lingkungan permukiman dan belum berhasil ditangkap petugas.

Ular berbisa yang dikenal warga sebagai tadung sembur itu terakhir terlihat pada Rabu (03/06/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Kemunculan ular tersebut membuat warga khawatir karena berada di sekitar rumah penduduk.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSU. Tim rescue Damkar HSU langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian ular. Namun, proses pencarian tidak mudah karena kondisi permukiman cukup padat dan ruang gerak petugas terbatas.

Dalam operasi tersebut, petugas menduga ular bersembunyi di kolong salah satu rumah warga. Tim bahkan harus membongkar sebagian lantai kayu ulin untuk memperluas area pencarian.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, posisi ular yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berlangsung lama. Pencarian dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 Wita, tetapi ular kobra hitam tersebut belum berhasil ditemukan maupun diamankan.

Petugas rescue Damkar HSU, Edy Saputra, membenarkan adanya laporan kemunculan ular berbisa tersebut di Kompleks CPS II.

“Benar, kami merespons laporan warga terkait kemunculan ular kobra hitam di Kompleks CPS II. Namun hingga pencarian selesai dilakukan, ular tersebut belum berhasil diamankan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Kamis (04/06/2026).

Edy meminta warga segera melapor apabila ular tersebut kembali terlihat di sekitar permukiman agar petugas dapat kembali melakukan penanganan.

“Kami mengimbau warga untuk segera melapor apabila ular tersebut muncul kembali agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Edy, pencarian ular di Kompleks CPS II menjadi salah satu operasi rescue yang cukup panjang karena medan yang sulit dan akses yang terbatas.

“Rescue di Kompleks CPS tadi malam merupakan operasi yang cukup panjang. Meski belum berhasil menangkap ular yang meresahkan warga, petugas telah berupaya maksimal melakukan pencarian,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan warga Kompleks CPS II, Fadli, mengapresiasi respons cepat Damkar HSU dalam menindaklanjuti laporan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas Damkar yang sudah cepat datang dan membantu melakukan pencarian ular tersebut,” ucapnya.

Hingga Kamis pagi, warga masih diminta berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rumah, semak-semak, kolong bangunan, dan area lain yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk mencegah risiko gigitan ular berbisa di lingkungan permukiman. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com