Rusia mengklaim menembak jatuh 376 drone Ukraina dalam semalam, termasuk puluhan di Leningrad saat Saint Petersburg menjadi tuan rumah forum ekonomi besar.
MOSKOW – Serangan pesawat nirawak atau drone Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia meningkatkan tekanan keamanan Moskow saat Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg atau Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) berlangsung dan dihadiri Presiden Vladimir Putin.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh 376 drone Ukraina dalam semalam di berbagai wilayah. Serangan itu terjadi ketika Rusia dan Ukraina terus meningkatkan penggunaan drone dalam konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
“Di atas wilayah Belgorod, Bryansk, Kaluga, Kursk, Leningrad, Novgorod, Oryol, Pskov, Rostov, Ryazan, Smolensk, Tver, dan Tula, wilayah Moskow, Republik Crimea, Republik Abhkhazia, dan di atas perairan Laut Azov dan Laut Hitam,” sebut Kementerian Pertahanan Rusia, sebagaimana dilansir Detik, Sabtu (06/06/2026).
Gubernur Leningrad Aleksandr Drozdenko mengatakan, wilayahnya menjadi salah satu sasaran serangan. Leningrad merupakan kawasan strategis yang menaungi Saint Petersburg dan sejumlah pelabuhan utama di Baltik.
“Sebanyak 86 UAV (kendaraan udara tanpa awak atau drone) telah ditembak jatuh di wilayah Leningrad. Operasi tempur terus berlanjut,” kata Drozdenko dalam pernyataannya.
Serangan di sekitar Leningrad menjadi sorotan karena Saint Petersburg menjadi lokasi SPIEF, forum ekonomi besar yang kerap disebut sebagai “Davos-nya Rusia”. Forum itu selesai digelar pada Sabtu (06/06/2026), sehari setelah Putin menyampaikan pidato.
Sebelumnya, pada Rabu (03/06/2026), atau hari pertama SPIEF, drone Ukraina dilaporkan menyerang kompleks minyak dan pangkalan militer di Saint Petersburg, kota kelahiran Putin. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut pasukan Rusia juga menembak jatuh sembilan drone Ukraina yang terdeteksi mengarah ke ibu kota Rusia pada Sabtu waktu setempat.
Di Ust-Labinsk, Rusia bagian selatan, otoritas setempat melaporkan kebakaran sempat terjadi di depot minyak setelah serangan drone. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Rentetan serangan itu menunjukkan perang Rusia-Ukraina masih bergerak dalam fase eskalasi serangan jarak jauh, sementara upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan konflik belum membuahkan hasil. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan