Pulau Sebatik Cetak Sejarah Lewat Turnamen Mini Soccer Junior

Turnamen Mini Soccer Junior “Hajar Bro I” diikuti 37 tim SD dan SMP se-Pulau Sebatik sebagai ajang pembinaan atlet muda di wilayah perbatasan.

NUNUKAN – Turnamen mini soccer junior perdana di Pulau Sebatik menjadi momentum pembinaan atlet muda di wilayah perbatasan. Kompetisi bertajuk Turnamen Mini Soccer Junior “Hajar Bro I” tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Pulau Sebatik itu resmi dibuka di Lapangan Patangai, Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, Senin (08/06/2026) sore.

Turnamen tersebut diikuti 21 tim tingkat SD dan 16 tim tingkat SMP dari berbagai wilayah di Pulau Sebatik. Kegiatan ini menjadi catatan baru karena disebut sebagai kompetisi mini soccer pertama yang digelar di Pulau Sebatik, bahkan di Kabupaten Nunukan (Nunukan).

Bupati Nunukan menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah menginisiasi turnamen tersebut, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Senin (08/06/2026). Ia berharap kehadiran mini soccer dapat memperkaya ruang olahraga bagi anak-anak dan remaja di wilayah perbatasan.

“Kami berharap turnamen ini membuat olahraga mini soccer makin dikenal dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Tidak hanya di Pulau Sebatik, mudah-mudahan ke depan olahraga ini bisa berkembang pesat di wilayah-wilayah lain di Kabupaten Nunukan,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Menurut Bupati Nunukan, pengembangan cabang olahraga baru membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mengajak sektor swasta ikut berperan dalam penyediaan lapangan dan sarana pendukung.

“Pengembangan mini soccer membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama para pengusaha untuk berinvestasi membangun lapangannya. Jika berkaca dari perkembangan futsal yang sedemikian pesat, kami yakin jika ada lapangan yang memadai, mini soccer juga akan berkembang sangat baik di sini,” tambahnya.

Di hadapan para atlet junior, Bupati Nunukan juga menekankan pentingnya sportivitas, persaudaraan, dan sikap saling menghormati dalam pertandingan. Ia mengingatkan agar kompetisi tidak menjadi pemicu perselisihan antarpeserta.

“Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam setiap pertandingan. Yang paling penting adalah tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan. Jangan sampai gara-gara pertandingan kita justru saling bertengkar satu sama lain. Junjung tinggi sportivitas dan fair play!,” tegasnya.

Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan kick off oleh Bupati Nunukan. Momen tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya pertandingan perdana yang disaksikan warga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pendukung tim.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Nunukan, Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, Plt Kadis Pendidikan (Disdik) Nunukan, Kadis Pertanian Nunukan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sebatik, para camat se-Pulau Sebatik, serta masyarakat setempat.

Melalui turnamen ini, Pemkab Nunukan berharap pembinaan olahraga usia dini di wilayah perbatasan semakin berkembang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan bakat atlet muda, dan membuka peluang berkembangnya mini soccer di daerah lain. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com