Katedral Kyiv Terbakar, Biarawan Selamatkan Ikon Kuno

Katedral Dormition di kompleks Kyiv-Pechersk Lavra terbakar setelah serangan besar ke Kyiv, sementara Rusia membantah menargetkan situs suci tersebut dan menyalahkan rudal pertahanan udara Ukraina.

KYIV – Kebakaran melanda Katedral Dormition di kompleks biara Kyiv-Pechersk Lavra, salah satu situs tersuci Kekristenan Ortodoks Timur, setelah Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv, Ukraina, Minggu, 14 Juni 2026, malam.

Kerusakan pada situs bersejarah itu menjadi perhatian karena kompleks biara Pechersk memiliki nilai religius dan historis penting bagi gereja Ortodoks Ukraina maupun Rusia. Katedral tersebut berada di kawasan yang juga dikenal sebagai salah satu Situs Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (15/06/2026).

Dalam sejumlah foto yang beredar, bagian atap katedral tampak dilalap api. Kobaran api dan asap juga terlihat membubung di dekat kubah bangunan tersebut.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dan Gubernur Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi kerusakan di kawasan biara. Tkachenko menyebut dampak kebakaran cukup besar.

“Kerusakan di wilayah biara cukup signifikan, dan terjadi kebakaran serius,” kata Tkachenko.

Di tengah kebakaran tersebut, para imam dan biarawan berupaya menyelamatkan benda-benda suci dari dalam katedral. Pemimpin agama di biara tersebut, Avraamii, mengatakan evakuasi barang bersejarah menjadi prioritas utama.

“Pertama-tama kami mengatur evakuasi barang-barang suci, ikon-ikon kuno, yang memiliki nilai religius dan historis,” ungkap Uskup Avraamii.

Rusia membantah menargetkan kompleks biara bersejarah Pechersk Lavra. Moskow mengeklaim kebakaran pada katedral itu bukan akibat serangan langsung Rusia, melainkan diduga disebabkan rudal sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan Ukraina.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyatakan serangan militernya ditujukan ke fasilitas manufaktur drone milik Ukraina, bukan infrastruktur sipil.

“Angkatan bersenjata Federasi Rusia tidak merencanakan atau melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil,” demikian pernyataan Kemhan Rusia.

Kemhan Rusia juga menuding kerusakan di kompleks Kyiv-Pechersk Lavra kemungkinan berkaitan dengan rudal pertahanan udara yang dipasok negara-negara Barat kepada Ukraina.

“Menurut laporan yang telah dikonfirmasi, kompleks bangunan di Kyiv-Pechersk Lavra dihantaum rudal dari sistem pertahanan udara AS. Salah satu kemungkinan penyebab kerusakan sistem ini adalah karena negaa-negara Barat memasok rezim Ukraina dengan rudal yang sudah kedaluwarsa,” lanjut pernyataan itu.

Insiden kebakaran di Katedral Dormition menambah daftar kerusakan terhadap situs bersejarah dan religius di Ukraina akibat perang yang berkepanjangan. Meski Rusia membantah menargetkan biara tersebut, kerusakan di kawasan suci itu kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi warisan budaya dan tempat ibadah di wilayah konflik. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com