Kemhan AS Minta Rp1.424 Triliun untuk Bayar Biaya Perang Iran

Kemhan AS dilaporkan meminta US$80 miliar kepada Kongres untuk menutup biaya perang Iran dan sejumlah kebutuhan nonperang.

WASHINGTON – Beban anggaran perang Iran mulai menekan keuangan pertahanan Amerika Serikat (AS). Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Kemhan AS) dilaporkan meminta dana US$80 miliar atau sekitar Rp1.424 triliun kepada Kongres AS untuk membayar biaya perang sekaligus sejumlah kebutuhan nonperang.

Permintaan dana tersebut disebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan AS Stephen Feinberg melalui sambungan telepon pada pekan ini, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (19/06/2026).

Laporan Wall Street Journal menyebut nilai yang diminta Kemhan AS tidak hanya mencakup kebutuhan perang Iran, tetapi juga kebutuhan lain, seperti bantuan bencana dan sektor pertanian. Permintaan itu diperkirakan akan diajukan secara resmi oleh Pentagon kepada Kongres AS dalam beberapa hari mendatang.

Namun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut. Gedung Putih dan Pentagon juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan permintaan dana jumbo itu.

Pada April 2026, seorang pejabat Kemhan AS pernah menyebut kepada Reuters bahwa perang Iran telah menghabiskan sekitar US$25 miliar atau sekitar Rp445 triliun. Angka tersebut masih bersifat estimasi awal karena total biaya perang belum diketahui secara pasti.

Ketidakpastian beban biaya perang itu juga pernah muncul dalam forum anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Direktur Anggaran Gedung Putih Russell Vought pada April 2026 mengatakan kepada Komite Anggaran DPR AS bahwa ia belum memiliki perkiraan biaya perang Iran.

Saat itu, Vought membela permintaan Presiden AS Donald Trump untuk menambah anggaran tahunan militer sebesar US$1,5 triliun atau sekitar Rp26 kuadriliun. Permintaan tersebut menjadi bagian dari dorongan peningkatan belanja pertahanan di tengah kebutuhan operasi militer dan stabilitas keamanan AS.

Jika permintaan US$80 miliar itu diajukan secara resmi, Kongres AS akan menjadi pihak yang menentukan kelanjutan pembiayaan tersebut. Persetujuan tambahan dana akan berpengaruh terhadap kemampuan Pentagon menutup biaya perang Iran, sekaligus memperlihatkan sejauh mana dukungan politik terhadap kebijakan militer AS ke depan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com