Bontang Perkuat Ekosistem Laut dengan 2.336 Bibit Karang

PT IMM menanam 2.336 bibit karang di empat titik serta memantau 12 kawasan perairan untuk menjaga terumbu karang dan padang lamun di Bontang.

BONTANG – Sebanyak 2.336 bibit karang telah ditanam di empat titik perairan Kota Bontang melalui program rehabilitasi yang dijalankan Perseroan Terbatas (PT) Indominco Mandiri (IMM). Program itu disertai pemantauan pada 12 titik perairan untuk menjaga terumbu karang dan padang lamun sebagai penyerap karbon biru atau blue carbon.

Rehabilitasi dilakukan melalui transplantasi karang di titik C2, C3, C5, dan C12. Program konservasi tersebut telah dimulai sejak 2019 dan kembali ditingkatkan pada 2022 melalui kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Komitmen pemulihan ekosistem laut itu kembali diperkuat melalui kegiatan Penanaman Bibit Pohon dan Discovery Scuba Transplantasi Terumbu Karang dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” tersebut dilaksanakan di Area Utilities Powerplant dan kawasan Arboretum Underwater PT IMM. Selain transplantasi karang, peserta melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem darat dan laut.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT IMM Edy Susanto, sebagaimana diberitakan Ppid Setda Bontang, Rabu, (24/06/2026), mengatakan perlindungan lingkungan menjadi program berkelanjutan perusahaan.

“PT Indominco Mandiri berkomitmen menjalankan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi konsistensi PT IMM dalam menjalankan program pelestarian lingkungan. Ia menilai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi ruang evaluasi terhadap dampak kegiatan manusia terhadap alam dan iklim.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum global untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam serta mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan perubahan iklim,” ujarnya.

Neni menegaskan, upaya menjaga lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau perusahaan. Pelestarian alam membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar memberikan dampak berkelanjutan.

“Kita harus bergerak bersama. Pelestarian lingkungan adalah gerakan kolektif. Penanaman pohon dan transplantasi terumbu karang merupakan aksi nyata yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem darat maupun laut,” katanya menginspirasi warga.

Menurut Neni, cuaca yang semakin tidak menentu menunjukkan pentingnya langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Program konservasi yang dilaksanakan saat ini dinilai sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang.

“Semua yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan. Apa yang kita jaga sekarang akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita. Kita jaga bumi, bumi jaga kita,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Distrik Militer (Dandim) 0908/Bontang Ardiansyah, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Bontang Heru Triatmojo, serta Sekretaris Dinas (Sekdis) Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Bontang Debora Kristiani.

Dari unsur perusahaan, hadir Project Manager PT Pama Persada Nusantara Dwi Setiono, jajaran manajemen, dan mitra kerja PT IMM. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan minyak kayu putih, buku keanekaragaman hayati, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari desa binaan.

Pemantauan 12 titik perairan dan penambahan bibit karang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus diikuti evaluasi pertumbuhan karang, perlindungan padang lamun, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir Bontang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com