ilustrasi

Delapan Hektare Lahan Terbakar, Kubu Raya Waspadai Karhutla

Sekitar delapan hektare lahan di Rasau Jaya terbakar, sementara BPBD Kubu Raya mencatat empat hotspot sepanjang Juni 2026.

KUBU RAYA – Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya (KKR) diperkuat setelah sekitar delapan hektare lahan di Kecamatan Rasau Jaya terbakar dan empat titik panas atau hotspot terdeteksi sepanjang Juni 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KKR, Arianto, mengatakan temuan titik panas itu mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan atau ground check, dua lokasi dipastikan mengalami kebakaran, yakni di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Rasau Jaya, sebagaimana diberitakan Insidepontianak, Jumat, (26/06/2026).

“Ada dua lokasi yang terjadi kebakaran, yakni di Kecamatan Kubu dan Rasau Jaya,” kata Arianto, Jumat (26/06/2026).

Salah satu lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan Desa Bintang Mas, Kecamatan Rasau Jaya. Lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai delapan hektare.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rasau Jaya, Sihar Lumbantoruan, mengatakan titik api terdeteksi pada Kamis (25/06/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Tim gabungan bersama Manggala Agni langsung menuju lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.00 WIB.

“Tim langsung bergerak begitu menerima laporan. Api berhasil dipadamkan, namun lokasi masih terus dipantau untuk proses pendinginan,” ujarnya.

Meski api telah padam, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Aparat mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menghanguskan sekitar delapan hektare lahan itu.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah karena faktor alam atau ada unsur kesengajaan,” kata Sihar.

Arianto mengatakan BPBD KKR telah menggelar rapat koordinasi bersama para camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi bertambahnya titik api baru.

BPBD KKR juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang melakukan patroli udara. Dukungan itu diharapkan mempercepat deteksi dini terhadap potensi karhutla di wilayah rawan.

“Kami melakukan patroli bersama dan mendapat dukungan patroli udara dari BPBD Provinsi agar deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD KKR masih menghadapi keterbatasan sarana pemadaman, terutama selang dan mesin pemadam. Pemerintah daerah berencana menambah peralatan yang akan disalurkan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) yang aktif membantu penanganan karhutla.

“Yang paling dibutuhkan saat ini penambahan selang dan mesin. Tahun ini BPBD akan memberikan dukungan peralatan kepada MPA yang aktif,” tambah Arianto.

Ia menambahkan, pelibatan mitra akan terus diperkuat. Dalam waktu dekat, pelatihan penanggulangan karhutla akan digelar di Kecamatan Batu Ampar bersama sejumlah pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan di daerah rawan kebakaran.

Kepolisian Resor (Polres) KKR mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com