ilusttrasi

Hilang di Perairan Rawan Buaya, Sulyadi Masih Dicari

Tim gabungan memperluas pencarian Sulyadi yang hilang saat memancing di perairan Batu Ampar, kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya muara.

KUBU RAYA – Operasi pencarian terhadap Sulyadi, warga berusia 41 tahun yang hilang saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya (Kubu Raya), terus diperluas karena lokasi kejadian berada di kawasan berisiko dan dikenal sebagai habitat buaya muara.

Memasuki hari kelima, Jumat (26/06/2026), Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya, pemerintah setempat, dan warga masih menyisir perairan serta tepian sungai di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang, sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Jumat (26/06/2026).

Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Polres Kubu Raya, Ade, mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan memperluas radius penyisiran ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

“Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas,” ujar Ade, Jumat (26/06/2026) di Sungai Raya.

Menurut Ade, tim di lapangan dibagi ke beberapa sektor untuk menyisir permukaan perairan, tepian sungai, serta kawasan bervegetasi lebat. Kondisi rawa, pasang surut air, dan potensi keberadaan satwa liar menjadi tantangan dalam operasi tersebut.

“Tim di lapangan terus melakukan penyisiran secara maksimal dengan memperhatikan faktor keselamatan karena lokasi pencarian memiliki risiko cukup tinggi,” katanya.

Selain mencari korban, Polres Kubu Raya juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan Batu Ampar. Kawasan tersebut disebut sebagai habitat alami buaya muara sehingga warga diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang sering beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, agar meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut merupakan habitat alami buaya,” tegas Ade.

Ade menambahkan, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban. Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran di perairan Batu Ampar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com