Pemkab Barito Timur akan merehabilitasi eks Terminal Pasar Panas menjadi kantor BNK yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
BARITO TIMUR – Bangunan eks Terminal Pasar Panas di Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur (Bartim), akan direhabilitasi menjadi Kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bartim. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim menargetkan kantor tersebut mulai beroperasi pada 2026 untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di daerah.
Kesiapan bangunan ditinjau langsung Bupati Bartim M. Yamin bersama Wakil Bupati (Wabup) Bartim Adi Mula Nakalelu, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Bartim Ari Panan P. Lelo, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait pada Kamis, 9 Juli 2026.
Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi bangunan, kebutuhan rehabilitasi, dan fasilitas pendukung yang harus disiapkan sebelum lokasi tersebut difungsikan sebagai kantor operasional BNK Bartim.
“Tujuan kami datang ke sini untuk melihat langsung kesiapan lokasi yang direncanakan menjadi Kantor Badan Narkotika Kabupaten Barito Timur. Bangunan ini akan direhabilitasi agar layak digunakan sebagai kantor operasional BNK,” ujarnya, sebagaimana diberitakan [Nama Sumber], Kamis, (09/07/2026).
Bangunan eks terminal itu dipilih karena dinilai dapat segera dimanfaatkan setelah menjalani rehabilitasi dan penambahan sejumlah fasilitas. Pemkab Bartim akan melibatkan perangkat daerah terkait serta memperoleh dukungan dari mitra pemerintah daerah, yakni Perseroan Terbatas (PT) Rimau Group.
Selain menyiapkan bangunan, Pemkab Bartim akan menyediakan sumber daya manusia untuk mendukung operasional BNK. Adapun kebutuhan teknis dan fasilitas kantor akan disesuaikan dengan rekomendasi Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Kita akan rehab bangunan ini agar layak huni, kemudian fasilitasnya juga kita bantu. Yang mengetahui kebutuhan teknis tentu dari pihak BNN sendiri. Pemerintah Kabupaten juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya membantu operasional BNK ini,” kata Bupati.
M. Yamin optimistis proses rehabilitasi dan pemenuhan fasilitas dapat diselesaikan pada tahun ini. Dengan target tersebut, BNK Bartim diharapkan dapat mulai menjalankan pelayanan dan program pencegahan narkotika sebelum akhir 2026.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa ditempati. Target kita operasional BNK bisa berjalan pada tahun 2026,” tegasnya.
Pembentukan BNK menjadi bagian dari upaya Pemkab Bartim mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI), terutama dalam memperkuat pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Keberadaan BNK Bartim diharapkan tidak hanya memperkuat pencegahan, tetapi juga mendukung rehabilitasi pengguna serta penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika. Lembaga itu juga diproyeksikan menjadi pusat koordinasi antara pemerintah daerah, BNN, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Permasalahan narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Dengan berdirinya BNK di Barito Timur nanti, kami berharap mampu menekan peredaran narkoba sekaligus memberikan daya getar atau efek jera kepada para pengedar narkoba,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari tahapan pembentukan lembaga tersebut, M. Yamin dijadwalkan memaparkan kesiapan BNK Bartim di hadapan BNN pusat pada Selasa, 14 Juli 2026. Pemaparan itu akan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan kelembagaan, fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan pemerintah daerah.
Pemkab Bartim berharap seluruh tahapan pembentukan BNK berjalan sesuai rencana sehingga lembaga tersebut dapat segera berperan dalam menekan penyalahgunaan narkotika serta mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman dan sehat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan