Amerika Serikat akan mengawasi implementasi penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon melalui koordinasi militer dan pembahasan teknis yang segera dimulai.
BEIRUT – Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap mengawal proses penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari implementasi kesepakatan keamanan yang telah dicapai kedua negara. Langkah tersebut akan diawali dengan pembentukan mekanisme di lapangan yang melibatkan militer AS, Israel, dan Lebanon.
Seorang pejabat AS menyatakan pembicaraan lanjutan antara Israel dan Lebanon akan kembali digelar pekan depan setelah Pemerintah Lebanon meminta Israel menarik pasukannya dari wilayah pilot zone di Lebanon selatan. Tahap implementasi itu dinilai menjadi perkembangan penting setelah kedua negara menyepakati kerangka kerja penarikan pasukan pada akhir Juni lalu.
Duta Besar (Dubes) AS untuk Lebanon Michel Issa mengatakan kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun bahwa delegasi militer Amerika akan segera tiba di Beirut untuk menyusun mekanisme pelaksanaan penarikan pasukan di lapangan.
“Delegasi militer Amerika akan tiba di Beirut dalam beberapa hari mendatang untuk … menentukan mekanisme implementasi di lapangan.”
Pejabat AS tersebut juga menjelaskan bahwa proses implementasi akan dimulai secara bertahap melalui sejumlah zona prioritas.
“Pilot zone pertama akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang, dan pilot zone berikutnya sedang dipetakan dan direncanakan,” kata pejabat tersebut, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Jumat (10/07/2026).
Unit militer Amerika di Timur Tengah, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM), akan berkoordinasi dengan Israel dan Lebanon dalam pelaksanaan tahapan tersebut.
“Kami akan segera memulai pendekatan kepada mitra internasional untuk membantu pemerintah Lebanon secara efektif memulihkan kedaulatan di zona-zona ini dan di seluruh negara mereka secara lebih luas,” kata pejabat tersebut.
Kerangka kerja yang disepakati AS dan Lebanon pada 26 Juni mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari dua wilayah di Lebanon selatan. Setelah penarikan dilakukan, militer Lebanon akan mengambil alih pengamanan wilayah yang ditetapkan sebagai pilot zone.
Dalam kesepakatan itu, Pemerintah Lebanon diharapkan mampu mengambil kendali penuh atas kawasan tersebut apabila berhasil melucuti persenjataan kelompok Hizbullah. Di sisi lain, Israel menegaskan akan tetap mempertahankan keberadaannya selama Hizbullah masih bersenjata.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga telah meminta AS meningkatkan tekanan diplomatik kepada Israel agar menghentikan operasi militernya dan mematuhi seluruh ketentuan dalam kerangka kerja yang telah disepakati. Sementara itu, pembicaraan teknis antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Roma, Italia, pada Rabu dan Kamis pekan depan tanpa dihadiri media. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan