Balap liar yang disebut berlangsung hampir setiap malam di Taman Kota Sampit membuat pasien Klinik Obor dan warga sekitar kesulitan beristirahat hingga menjelang pagi.
KOTAWARINGIN TIMUR – Pasien Klinik Utama Terpadu Katolik Obor dan warga di sekitar Taman Kota Sampit mengeluhkan kebisingan dari aktivitas balap liar yang disebut berlangsung hampir setiap malam hingga dini hari. Suara kendaraan berknalpot tidak standar itu membuat pasien dan masyarakat sekitar kesulitan beristirahat.
Aktivitas tersebut dilaporkan berlangsung selama beberapa pekan terakhir di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain mengganggu ketertiban, balap liar juga dinilai membahayakan pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Klinik Utama Terpadu Katolik Obor berada tidak jauh dari lokasi yang diduga kerap dijadikan arena balap liar. Fasilitas kesehatan itu setiap hari melayani pasien rawat jalan dan pasien yang membutuhkan ketenangan selama menjalani perawatan.
Pemimpin Paroki Gereja Katolik Santo Don Bosco Sampit, Yohanes Kopong Tuan, mengatakan kebisingan kendaraan membuat penghuni pastoran dan pasien baru dapat beristirahat menjelang pagi.
“Sangat mengganggu karena kalau kami di pastoran hanya baru bisa tidur sekitar pukul 04.00 subuh. Demikian juga para pasien,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribunkalteng, Sabtu, (11/07/2026).
Menurut keterangan warga sekitar, pengendara memacu sepeda motor dengan suara knalpot keras di sekitar taman kota hingga dini hari. Kondisi tersebut terus berulang meskipun aparat disebut beberapa kali mendatangi lokasi.
Yohanes menilai pengawasan dan penertiban oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim belum berjalan efektif. Ia mempertanyakan mengapa suara kendaraan yang begitu keras tidak segera ditindak secara berkelanjutan.
“Komentar saya bahwa polisi dalam hal ini Satlantas dan Dinas Perhubungan lalai dalam menjalankan tugas mereka. Ada pembiaran yang dilakukan. Masa mereka tidak mendengar suara motor racing yang demikian keras,” kata Pastor Yohanes, Sabtu (11/07/2026).
Ia menegaskan masyarakat memiliki hak untuk memperoleh ketenangan dan beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun, hak tersebut dinilai terganggu karena kawasan taman kota masih digunakan untuk kegiatan balapan pada malam hingga dini hari.
Yohanes juga menyoroti pelaksanaan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim terkait pemanfaatan Taman Kota Sampit. Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya telah disepakati tidak lagi digunakan sebagai arena balapan.
“Masyarakat butuh istirahat setelah seharian bekerja. Dan sekali lagi Pemkab Kotim juga gagal melaksanakan kesepakatan bersama bahwa Taman Kota tidak lagi digunakan sebagai tempat balapan apa pun,” ujarnya.
Warga berharap aparat tidak sekadar mendatangi lokasi, tetapi juga melakukan patroli dan penertiban secara rutin. Langkah tersebut dinilai diperlukan karena aktivitas balap liar disebut kembali berlangsung setelah petugas meninggalkan kawasan taman kota.
“Kalau masyarakat bertindak dibilang penghakiman. Maka tugas polisi dan dinas terkait melakukan penertiban. Selama ini tidak ada ronda. Polisi datang menggunakan mobil polisi dan setelah polisi pergi, balapan lanjut lagi,” ungkapnya.
Selain meminta tindakan aparat, Yohanes menyoroti tanggung jawab keluarga dalam mengawasi anak-anak yang diduga terlibat balap liar. Menurutnya, pengawasan orang tua diperlukan karena aktivitas tersebut dapat membahayakan pengendara, masyarakat, dan pengguna jalan lainnya.
“Orang tua juga tidak menjalankan peran mereka sebagai orang tua yang baik. Mereka membiarkan anak mereka balapan liar yang berisiko membahayakan diri mereka dan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Keluhan warga dan pengelola fasilitas kesehatan menunjukkan perlunya penertiban yang lebih konsisten di kawasan Taman Kota Sampit. Kolaborasi antara aparat, Pemkab Kotim, masyarakat, dan orang tua diharapkan dapat menghentikan balap liar sekaligus mengembalikan fungsi taman kota sebagai ruang publik yang aman dan nyaman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan