Tewas dari Lantai 12 Apartemen, Pegawai BPN Nias Diautopsi

Polrestabes Medan mengandalkan hasil autopsi dan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian pegawai BPN Kabupaten Nias yang diduga terjatuh dari lantai 12 apartemen.

SUMATERA UTARA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan masih menyelidiki penyebab kematian seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), yang ditemukan setelah diduga terjatuh dari lantai 12 Apartemen Sky View, Kota Medan. Pemeriksaan forensik dan keterangan sejumlah saksi menjadi fokus penyidik untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Korban bermarga Lase, berusia 27 tahun, ditemukan di area apartemen yang berada di Jalan Setiabudi pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Peristiwa itu diperkirakan terjadi antara pukul 04.00 hingga 05.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Sunggal, Herman Sentosa, mengatakan korban diketahui merupakan pegawai BPN Kabupaten Nias, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (11/07/2026).

“Korban merupakan pegawai BPN Kabupaten Nias. Dia ditemukan terjatuh dari lantai 12 Apartemen Sky View. Kejadiannya diperkirakan antara pukul 04.00 sampai 05.00 pagi,” kata Herman.

Polisi belum menyimpulkan apakah korban terjatuh karena kecelakaan, mengakhiri hidupnya, atau menjadi korban tindak pidana. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara, saksi, dan hasil autopsi.

“Apakah dia bunuh diri atau dibunuh, itu masih dalam penyelidikan kami. Kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi awal, korban baru berada di Medan selama satu atau dua hari untuk menjalankan perjalanan dinas. Selama berada di apartemen tersebut, korban diduga menginap seorang diri.

“Dia tidak lama menginap di sana. Karena ada perjalanan dinas ke Medan. Baru satu atau dua hari datang dan tinggal sendiri di apartemen itu,” jelas Herman.

Penyidik juga belum dapat memastikan informasi yang menyebut korban mengalami penganiayaan sebelum ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan polisi.

“Soal dugaan penganiayaan, kami belum bisa memastikan ada atau tidak. Semua masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat menunjukkan penyebab kematian, jenis luka yang dialami korban, serta kemungkinan adanya tanda kekerasan sebelum korban terjatuh.

“Nanti setelah nanti terungkap ini, mungkin nanti kami update lagi. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi,” paparnya.

Penanganan perkara tersebut selanjutnya dilimpahkan dari Polsek Medan Sunggal kepada Polrestabes Medan. Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan juga diserahkan kepada penyidik Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kasusnya ditangani Polrestabes Medan. Saksi yang diperiksa diserahkan ke Polrestabes untuk tindak lanjutnya,” kata Herman.

Hasil autopsi, pemeriksaan saksi, dan pendalaman bukti di lokasi kejadian diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban sekaligus menjawab dugaan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com