Serangan AS ke Pelabuhan Jask Tewaskan Prajurit Iran

Kematian seorang personel Angkatan Laut Iran dalam serangan AS ke Pelabuhan Jask menandai eskalasi baru konflik yang berpusat di jalur strategis Selat Hormuz.

TEHERAN – Ketegangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat setelah media Iran melaporkan seorang personel Angkatan Laut Iran tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) ke Pelabuhan Jask, Iran selatan, Sabtu (11/07/2026) malam waktu setempat.

Korban diidentifikasi sebagai Hamidreza Dehghani, personel Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran. Informasi tersebut disampaikan kantor berita Iran, Mehr dan Tasnim, dengan mengutip keterangan seorang pejabat setempat.

“Letnan Hamidreza Dehghani, personel Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, gugur sebagai syahid dalam serangan kriminal dan teroris yang dilancarkan Amerika Serikat semalam terhadap Pelabuhan Jask,” demikian laporan Mehr dan Tasnim mengutip seorang pejabat setempat.

Pemerintah AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan korban jiwa di Jask, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (12/07/2026).

Serangan ke wilayah Iran dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerang kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. Komando Pusat AS menyatakan serangan Iran menyebabkan kerusakan berat pada ruang mesin kapal, memicu kebakaran, dan membuat seorang awak dinyatakan hilang.

IRGC menyebut kapal tersebut mengabaikan peringatan dan menggunakan jalur yang tidak disetujui. Iran kemudian kembali menyatakan Selat Hormuz ditutup, sedangkan AS menegaskan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka.

Pertukaran serangan turut meningkatkan kondisi darurat di kawasan Teluk. Peringatan serangan rudal dilaporkan berbunyi di sejumlah negara, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, Oman, Yordania, dan Uni Emirat Arab, setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap negara yang menjadi lokasi pasukan AS.

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan karena merupakan jalur penting perdagangan minyak dan gas dunia. Eskalasi berkelanjutan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu keamanan pelayaran, memperluas konflik ke negara-negara Teluk, dan menggagalkan upaya diplomatik untuk meredakan perseteruan Iran-AS. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com