Sebanyak 563 santri mengikuti FASI XIII Kota Bontang yang diselenggarakan tanpa alokasi APBD melalui peminjaman fasilitas dan dukungan lintas lembaga.
BONTANG – Efisiensi anggaran tidak menghentikan pelaksanaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kota Bontang 2026. Tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ajang pembinaan Al-Qur’an itu tetap diikuti 563 santri dan digelar di sejumlah lokasi pada 24–26 Juli 2026 berkat dukungan fasilitas pinjaman serta kolaborasi lintas lembaga.
FASI XIII diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang. Festival tersebut, sebagaimana dilansir Ppid setda Bontang, Jumat (24/07/2026), dibuka di halaman Sekretariat DPD BKPRMI Kota Bontang, Kelurahan Satimpo.
Ketua Panitia FASI XIII sekaligus Sekretaris Umum (Sekum) DPD BKPRMI Kota Bontang Arif Handoko mengatakan peserta terdiri atas 131 santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), 261 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan 171 santri Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA).
Ratusan peserta tersebut mengikuti berbagai cabang lomba, antara lain mewarnai, tartil, tilawah, dan tahfiz. Perlombaan dilaksanakan di Sekretariat BKPRMI, Aula Sanip, kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masjid Baitul Muttaqin, Masjid Al-Fatah, dan Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang.
Arif menjelaskan FASI tahun ini tidak memperoleh alokasi APBD sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran. Kendati demikian, peminjaman fasilitas dan dukungan dari berbagai instansi membuat seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan.
Kemandirian penyelenggaraan itu mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Kalimantan Timur (Kaltim) Endro S. Efendi. Ia menilai Bontang telah menjadi barometer pembinaan Al-Qur’an di tingkat nasional.
Endro juga mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang menjalankan program insentif bagi guru mengaji. Menurutnya, nilai insentif tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia dan menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pendidikan Al-Qur’an.
FASI XIII dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bontang Dasuki yang mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Dasuki menegaskan FASI memiliki peran strategis dalam mengevaluasi pembinaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat persaudaraan Islam.
“FASI menjadi wadah strategis dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat. Melalui tema ‘Menyiapkan Generasi Qur’ani, Menyongsong Masa Depan Gemilang’, kita diingatkan bahwa masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” ujar Dasuki memaparkan visi Pemkot.
Pemkot Bontang juga menyoroti capaian DPD BKPRMI Kota Bontang yang telah delapan kali meraih juara umum FASI tingkat Kaltim, termasuk pada penyelenggaraan di Kabupaten Berau pada 2023.
Pada FASI Nasional 2024 di Kota Bekasi, kontingen Bontang turut menyumbangkan tiga medali emas dan tiga medali perunggu. Kontribusi tersebut membantu kontingen Kaltim menempati peringkat kedua nasional.
Prestasi itu dinilai lahir dari kerja sama pemerintah, pelatih, ustaz, ustazah, wali santri, serta pengurus lembaga pendidikan Al-Qur’an. FASI diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang perlombaan, tetapi juga membentuk generasi yang menerapkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh peserta menjadikan FASI sebagai sarana meningkatkan keimanan, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Raihlah prestasi terbaik, namun yang lebih penting adalah mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dari ajang ini lahir para duta Qur’ani yang akan mengharumkan nama Kota Bontang hingga tingkat nasional,” tambah Dasuki.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang, camat, lurah, DPK Kota Bontang, Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, MUI, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), pengurus BKPRMI, serta tokoh agama.
DPW BKPRMI Kaltim selanjutnya mempersiapkan FASI tingkat provinsi yang direncanakan berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bontang juga diarahkan mempersiapkan santri terbaik menghadapi FASI Nasional 2027 di Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Partisipasi 563 santri di tengah keterbatasan anggaran menunjukkan pembinaan generasi Qur’ani di Bontang tetap berjalan melalui kemandirian panitia dan kolaborasi masyarakat. Pola dukungan lintas lembaga tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an sekaligus mempertahankan prestasi Bontang pada tingkat provinsi hingga nasional. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan