Terpilih secara aklamasi untuk periode 2026–2030, Sayid Anjas menegaskan FORKI Kutim akan mengandalkan pembinaan atlet lokal dalam menghadapi Porprov 2026.
KUTAI TIMUR – Sayid Anjas kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk masa bakti 2026–2030. Pemilihan berlangsung dalam sidang pleno Musyawarah Cabang (Muscab) FORKI Kutim di Hotel Five Styles, kawasan Kutai Permai, Sangatta, Kamis (30/07/2026).
Terpilihnya Sayid Anjas untuk periode kedua diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet lokal menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. FORKI Kutim telah berkomitmen tidak merekrut atlet dari luar daerah untuk menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Muscab dihadiri perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) FORKI Kalimantan Timur (Kaltim), Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim Rudi Hartono, serta perwakilan sejumlah perguruan karate di Kutim.
Ketua Panitia Muscab FORKI Kutim, Sukransyah, mengatakan Muscab menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpengurus dan perguruan sekaligus forum pengambilan keputusan untuk menentukan kepemimpinan organisasi selama empat tahun mendatang.
“Ini kita berkumpul sebagai wadah silaturahmi, sebagai wadah nomor satu kita khususnya untuk memilih nakhoda kita yang baru untuk memimpin jalannya organisasi ini ke depan,” katanya.
Menurut Sukransyah, FORKI Kutim telah mencatatkan sejumlah prestasi pada kejuaraan tingkat provinsi yang digelar di Samarinda, Kutim, dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Prestasi juga diraih pada Porprov di Kabupaten Berau yang dinilai menjadi salah satu pencapaian penting bagi karate Kutim.
“Kita cukup berbangga, kemarin dari berbagai macam kejuaraan provinsi di Samarinda, kejuaraan provinsi di Kutai Timur sendiri, kemudian ada satu yang di Kabupaten Kutai Barat. Pencapaian medali kita alhamdulillah, dan Porprov yang di Berau kemarin luar biasa,” paparnya.
Sukransyah mengakui persiapan Muscab dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua hari efektif. Panitia pun menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketum Pengcab FORKI Kutim Sayid Anjas mengatakan kondisi organisasi selama masa kepengurusannya berjalan kondusif. Tidak terdapat konflik berarti, baik di antara perguruan maupun jajaran pengurus.
“Selama ini, kami di FORKI Kutai Timur ini baik-baik saja dan tidak ada sedikit konflik atau bagaimana. Kalau yang kecil-kecil teknis itu biasa,” ujarnya.
Sayid menegaskan salah satu kebijakan penting yang akan dijalankan dalam menghadapi Porprov 2026 ialah memaksimalkan pembinaan atlet lokal. FORKI Kutim telah menyepakati untuk tidak lagi mendatangkan atlet dari luar daerah.
“Kali ini kami sudah sepakati, kami tidak akan lagi ambil atlet dari luar, semuanya dari Kutai Timur,” terangnya.
Ketua KONI Kutim Rudi Hartono mendorong pengurus terpilih segera menyampaikan hasil Muscab untuk mendapatkan rekomendasi KONI Kutim. Dokumen tersebut selanjutnya diajukan kepada Pengprov FORKI Kaltim guna memperoleh legalisasi berupa Surat Keputusan (SK) kepengurusan.
Percepatan penerbitan SK dinilai penting agar proses administrasi dan pencairan anggaran pembinaan atlet FORKI Kutim dapat segera dilaksanakan menjelang Porprov 2026.
“Kalau besok diantar ke KONI untuk dimintakan rekomendasi, saya langsung tanda tangan, tinggal di provinsi. Kalau bisa Senin sudah ada SK barunya,” tutupnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2030, FORKI Kutim diharapkan segera menyusun program kerja, memperkuat koordinasi antark perguruan, serta menyiapkan atlet lokal secara terukur untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi karate Kutim pada Porprov 2026. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan