Atlet Lokal Kutim Sabet Tujuh Medali di Wali Kota Cup Balikpapan

Raihan dua medali perak dan lima perunggu di Wali Kota Cup Balikpapan menjadi bahan evaluasi FAJI Kutim untuk memburu emas pada Porprov Kaltim serta mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Kejurnas Arung Jeram 2027.

KUTAI TIMUR – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih tujuh medali, terdiri atas dua perak dan lima perunggu, pada ajang Wali Kota Cup Balikpapan. Kejuaraan tersebut menjadi ajang uji coba (try out) sekaligus tolok ukur persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada November 2026.

Capaian itu kemudian dievaluasi dalam pertemuan pengurus dan seluruh atlet FAJI Kutim di Kedai Sorealis, Senin malam (03/08/2026). Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program latihan yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.

Ketua FAJI Kutim Pandi Widiarto, yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, mengatakan medali bukan menjadi tujuan utama keikutsertaan tim dalam kejuaraan tersebut. Hasil pertandingan lebih diarahkan sebagai bahan evaluasi menjelang Porprov Kaltim.

“Hari ini kami bersama pengurus dan seluruh atlet berkumpul untuk memberikan apresiasi atas capaian di turnamen Walikota Cup Balikpapan. Medali ini bukan prioritas utama, turnamen tersebut menjadi salah satu tolok ukur hasil latihan FAJI Kutai Timur untuk mengahadapi persiapan Porprov bulan November nanti,” jelas Pandi saat ditemui di Kedai Sorealis, Senin malam (03/08/2026).

Pandi menjelaskan, seluruh atlet yang diturunkan merupakan atlet lokal Kutim yang dibina sejak awal. Tim tersebut diperkuat sejumlah atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding pada Porprov sebelumnya.

Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, FAJI Kutim mendatangkan pelatih bersertifikat internasional asal Bandung bernama Diah. Pelatih tersebut dipercaya mendampingi atlet dalam meningkatkan kemampuan teknik dan kesiapan menghadapi pertandingan.

“Kami tidak mengambil atlet dari luar, murni atlet lokal Kutai Timur. Hanya pelatihnya yang bersertifikat internasional kami datangkan dari luar, dengan harapan dapat mencetak atlet-atlet lokal yang mumpuni,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, kemampuan teknik dasar atau basic skill para atlet muda dinilai telah mencapai tingkat yang diharapkan. FAJI Kutim selanjutnya akan memusatkan pembinaan pada penguatan mental bertanding dan penambahan jam terbang selama beberapa bulan menjelang Porprov Kaltim.

Pandi mengatakan FAJI Kutim menargetkan perolehan medali emas sebanyak mungkin pada Porprov Kaltim. Target itu diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan intensitas latihan, evaluasi berkelanjutan, dan penguatan pengalaman bertanding para atlet.

Selain mengejar prestasi pada Porprov Kaltim, FAJI Kutim menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengembangkan olahraga arung jeram di daerah. Sejumlah lokasi yang dinilai potensial sebagai lintasan antara lain Sungai Sangatta serta kawasan Muara Wahau dan Kombeng.

Pengembangan lokasi tersebut menjadi bagian dari persiapan FAJI Kutim untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram pada 2027.

“Target kami di tahun 2027 kita bisa menyelenggarakan Tuan Rumah sebagai kejuaraan Arum Jeram tingkat nasional jadi Kejurnas. Sekarang kita lagi laksanakan tahapannya untuk pengajuan dan sebagainya. Mudah-mudahan misi kami dengan targetnya ke Jurnas itu bisa menjadi membawa sportirism olahraganya untuk Kutai Timur. Pengenalan olahraga untuk Kabupaten Kutai Timur dan Provinsi Kalimantan Timur,” pungkas Pandi.

Melalui pembinaan atlet lokal dan pengembangan lintasan, FAJI Kutim berharap prestasi arung jeram daerah terus meningkat sekaligus membuka peluang bagi Kutim menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan arung jeram tingkat nasional. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com