Rendi Solihin Soroti Tantangan Pariwisata Kukar di Tengah Efisiensi

Pemkab Kukar memprioritaskan festival yang telah menjadi agenda rutin untuk menarik wisatawan, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, dan memperbesar perputaran ekonomi daerah di tengah efisiensi anggaran.

KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menilai keberlanjutan festival dan pengembangan destinasi wisata menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah efisiensi anggaran pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Rendi seusai seremoni pembukaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/09/2026).

Menurut Wabup Kukar, tren pariwisata di Kukar menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tetap mempertahankan sejumlah festival yang telah menjadi agenda rutin sekaligus mendorong pengembangan destinasi baru untuk menarik kunjungan wisatawan.

Rendi mencontohkan Arbizz Space di Tuah Himba serta sejumlah destinasi lain yang diproyeksikan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Namun, menurut dia, tantangan pengembangan pariwisata tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan.

Pemkab Kukar juga berupaya mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan pengeluaran selama berada di daerah sehingga sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Orang harus membelanjakan uangnya di Kutai Kartanegara. Baru Kutai Kartanegara bisa meningkat pariwisatanya secara keseluruhan,” kata Rendi.

Ia mengatakan tingkat okupansi hotel dan aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam mengukur dampak ekonomi sektor pariwisata. Karena itu, keberlanjutan festival seperti Erau serta berbagai agenda wisata di kecamatan dinilai perlu dipertahankan dan dikembangkan.

Pemkab Kukar, lanjut Rendi, memiliki agenda one district one festival, yakni mendorong setiap kecamatan memiliki festival yang dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Meski demikian, kebijakan efisiensi anggaran membuat Pemkab Kukar memprioritaskan festival yang telah rutin dilaksanakan. Sejumlah agenda yang tetap berjalan antara lain Festival Muara Kaman, Erau, Festival Kota Bangun, serta Pesta Laut Pesisir Nusantara di Samboja.

“Kalau karena efisiensi, agenda yang sifatnya baru belum bisa dilaksanakan. Yang masih bisa dilaksanakan sampai akhir tahun adalah festival yang sifatnya sudah berjilid,” ujarnya.

Rendi berharap festival yang telah menjadi agenda rutin dapat terus dikembangkan, bukan hanya sebagai atraksi wisata, tetapi juga sebagai penggerak okupansi hotel, aktivitas UMKM, dan perputaran ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Kukar. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *