Cesar Gastelum Tewas Ditembak Saat Live, Kekerasan di Culiacan Kembali Disorot

Otoritas Meksiko meningkatkan operasi keamanan di Culiacan setelah kreator konten Cesar Gastelum tewas ditembak saat melakukan siaran langsung di tengah masih tingginya kekerasan antarkelompok kriminal.

JAKARTA – Aparat keamanan Meksiko melancarkan operasi besar-besaran di Kota Culiacan, Negara Bagian Sinaloa, setelah kreator konten media sosial Cesar Gastelum tewas akibat penembakan saat melakukan siaran langsung bersama sejumlah temannya di luar sebuah restoran cepat saji, Selasa (04/08/2026).

Seorang pejabat keamanan Sinaloa mengonfirmasi kematian Gastelum sekaligus menyatakan bahwa operasi keamanan sedang berlangsung untuk mengungkap pelaku penembakan, sebagaimana diberitakan Reuters, Selasa, (04/08/2026).

Gastelum dikenal sebagai kreator konten komedi di platform TikTok dengan hampir 600 ribu pengikut. Peristiwa penembakan itu terekam dalam siaran langsung ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm mendekati lokasi, lalu salah satunya melepaskan tembakan ke arah korban.

Insiden tersebut terjadi di tengah situasi keamanan yang masih memburuk di Culiacan. Kota itu selama beberapa waktu terakhir menjadi pusat konflik antarkelompok kriminal yang memperebutkan pengaruh dan wilayah.

Kasus kematian Gastelum juga kembali mengingatkan publik pada pembunuhan kreator konten kecantikan Valeria Marquez pada Mei 2025. Saat itu, Marquez juga tewas ditembak ketika sedang melakukan siaran langsung melalui TikTok di salon tempatnya bekerja.

Dalam penyelidikan kasus Marquez, aparat Meksiko menggunakan prosedur femisida karena korban merupakan perempuan. Penyelidikan tersebut berujung pada penangkapan Ramon Angel Alvarez Ayala yang diduga menjadi otak pembunuhan.

Ayala, yang dikenal dengan julukan “EL-R-1”, disebut sebagai salah satu pemimpin kelompok kejahatan narkotika Kartel Generasi Baru Jalisco (Jalisco New Generation Cartel/CJNG). Ia juga dituduh memerintahkan pembunuhan Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, pada November 2025.

Kasus penembakan terhadap Gastelum menambah daftar aksi kekerasan yang menyasar figur publik di Meksiko. Otoritas setempat diharapkan mampu mengungkap pelaku sekaligus memperkuat keamanan di wilayah yang masih dilanda konflik antarkelompok kriminal. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com