Cincin Titanium Tak Bisa Lepas, Remaja 16 Tahun Minta Bantuan Damkar

Remaja 16 tahun di Sebatik Utara meminta pertolongan Damkar setelah cincin titanium yang tersangkut menyebabkan jarinya membengkak dan tidak dapat dilepaskan dengan cara biasa.

NUNUKAN – Regu penyelamatan (rescue) Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Sebatik Timur membantu melepaskan cincin titanium yang tersangkut hingga menyebabkan jari tengah seorang remaja perempuan berinisial Aufa (16) membengkak dan iritasi, Selasa (11/08/2026) malam. Pertolongan Damkar ditempuh setelah upaya mandiri gagal dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat tidak memiliki peralatan untuk memotong cincin tersebut.

Aufa yang merupakan warga Jalan Ahmad Yani, Rukun Tetangga (RT) 03, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan (Nunukan), datang bersama keluarganya ke Pos Damkar Sektor Sebatik Timur sekitar pukul 22.35 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Cincin titanium tersebut telah lama dikenakan Aufa. Namun, beberapa hari sebelum meminta pertolongan, jarinya mulai mengalami keram, kemudian membengkak dan mengalami iritasi. Berbagai upaya untuk melepaskan cincin secara mandiri tidak berhasil dan justru membuat jarinya semakin sakit serta perih.

Keluarga sempat membawa Aufa ke Puskesmas terdekat. Namun, karena peralatan untuk melepaskan cincin tidak tersedia, petugas kesehatan menyarankan agar meminta bantuan Damkar.

Komandan Regu (Danru) Aris bersama personel Damkar Sektor Sebatik Timur kemudian menangani kondisi tersebut. Tim yang bertugas terdiri atas Asdiansyah, Abdul Wahid, Aris, serta dibantu Muhammad Alif, Sudirman, Helmi, dan Darwis.

Proses penyelamatan sempat terkendala karena mata gerinda mini yang biasa digunakan untuk memotong cincin telah aus. Petugas kemudian mencari mata gerinda pengganti, termasuk berupaya meminjam peralatan, sembari menenangkan Aufa agar pembengkakan pada jarinya tidak semakin parah.

“Tapi kami tenangkan dulu adiknya. Jangan panik, biar nggak tambah bengkak,” ujar Aris.

Mata gerinda pengganti akhirnya diperoleh dari seorang rekan. Petugas kemudian memulai proses pemotongan dengan menggunakan mesin gerinda mini, sendok sebagai pelindung jari, tang, senter, dan air. Pemotongan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari cedera pada jari.

Setelah sekitar 45 menit penanganan, cincin titanium berdiameter sekitar 17 milimeter itu berhasil dilepaskan pada pukul 23.20 WITA tanpa menimbulkan luka pada jari Aufa. Peristiwa tersebut sebagaimana diberitakan Simp4tik, Rabu, (12/08/2026).

“Alhamdulillah bisa lepas,” ucapnya sambil memperlihatkan jarinya yang sudah bebas.

Danru Aris mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan pelepasan cincin atau perhiasan ketika jari sudah membengkak karena tindakan tersebut berisiko memperparah iritasi.

“Kalau sudah bengkak, jangan dipaksa tarik. Bisa iritasi parah. Langsung ke Puskesmas atau ke petugas damkar terdekat, kami siap membantu,” tegasnya.

Penanganan tersebut memperlihatkan bahwa layanan Damkar tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup pertolongan dan penyelamatan masyarakat dalam kondisi darurat nonkebakaran. Masyarakat diharapkan segera meminta pertolongan petugas ketika menghadapi kondisi serupa agar risiko cedera akibat penanganan mandiri dapat diminimalkan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com