Porsentara Usai, 3.000 Peserta Siap Ramaikan Merdeka Night Run IKN

Usai Porsentara 2026, OIKN melanjutkan perayaan HUT ke-81 RI dengan penanaman 1.708 bibit pohon untuk upaya pemecahan rekor MURI, karnaval, serta Merdeka Night Run yang telah diikuti lebih dari 3.000 pendaftar.

NUSANTARA – Penutupan Pekan Olahraga dan Seni Nusantara (Porsentara) 2026 menjadi pengantar menuju rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) yang lebih besar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada Sabtu (15/08/2026), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan penanaman 1.708 bibit pohon untuk upaya pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), karnaval kebudayaan, Merdeka Night Run yang telah menarik lebih dari 3.000 pendaftar, hingga Merdeka Vaganza.

Rangkaian agenda tersebut disampaikan setelah Porsentara 2026 resmi ditutup di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (13/08/2026) malam. Penutupan dimeriahkan penampilan sejumlah kontestan Nusantara Idol.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan berakhirnya Porsentara bukan menjadi penutup rangkaian kegiatan kemerdekaan di Nusantara. Ia menyebut sejumlah agenda publik masih akan digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 RI.

“Rekan-rekan sekalian dan para tamu serta mitra yang hadir dan telah mengikuti ajang Porsentara Tahun 2026, ini belum akhir dari rangkaian kemerdekaan kita. Tapi apapun, saya sampaikan selamat kepada para juara umum dan yang telah memeriahkan Porsentara ini. Tahun depan, kita akan adakan lagi (Porsentara) dengan lebih meriah,” sambutnya.

Porsentara 2026 berlangsung sejak 27 Juli hingga 13 Agustus dengan mengusung tema “Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat”. Sebanyak 138 kontingen dari berbagai instansi dan komunitas yang berada serta beraktivitas di Nusantara berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kompetisi tahun ini mempertandingkan sembilan cabang dalam kategori olahraga, seni, dan permainan rakyat atau tradisional. Cabang tersebut meliputi basket, bulu tangkis, e-sport, tenis meja, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), balap karung, tarik tambang, fotografi, serta Nusantara Idol atau kompetisi menyanyi.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin mengatakan Porsentara dirancang bukan hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dan insan yang beraktivitas di Nusantara.

“Sebagai laporan, maksud dan tujuan Porsentara ini adalah ruang untuk menyalurkan bakat, membentuk karakter sesuai dengan tema yang kita bawa tahun ini, “Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat”, serta ajang untuk menguatkan tali silaturahmi, termasuk bagi anggota keluarga baru kita di Ibu Kota Nusantara. Ajang ini sekaligus untuk menjunjung tinggi sportivitas di arena olahraga serta melahirkan karya seni kreatif,” ujar Alimuddin.

Pelaksanaan Porsentara dikoordinasikan Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat bersama Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN. Kegiatan itu menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai unsur yang tinggal maupun bekerja di kawasan Nusantara melalui kompetisi dan aktivitas bersama.

Setelah Porsentara berakhir, perhatian beralih ke agenda 15 Agustus. Basuki mengajak peserta, kontingen, dan masyarakat kembali terlibat dalam penanaman pohon, karnaval kebudayaan, Merdeka Night Run, serta Merdeka Vaganza, sebagaimana dilansir Otorita IKN, Kamis, (13/08/2026).

“Rekan-rekan sekalian, pada 15 Agustus kita juga masih ada kegiatan yang monumental untuk memecahkan rekor MURI dengan menanam 1.708 bibit pohon bersama. Kita semua harus hadir. Setelah itu juga ada karnaval dan Merdeka Night Run, dengan peserta yang mendaftar sudah lebih dari 3.000 orang. Dan ingat, pakai atribut yang bernuansa merah dan putih.” tutup Basuki.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memperluas keterlibatan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan sekaligus memperkuat interaksi sosial di Nusantara. Penanaman 1.708 bibit pohon juga membawa pesan lingkungan ke dalam perayaan HUT ke-81 RI, sementara agenda olahraga dan kebudayaan menjadi ruang partisipasi publik dalam membangun kebersamaan di IKN. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com