Kemnaker Siapkan Pekerja Hadapi AI dan Gelombang Industri Baru

Kemnaker menetapkan empat fokus penguatan ketenagakerjaan untuk menyiapkan pekerja menghadapi hilirisasi, AI, otomasi, transisi energi, dan perubahan kebutuhan industri.

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan empat fokus utama untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi hilirisasi, digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, transisi energi, dan perkembangan industri baru. Penguatan kompetensi pekerja dinilai menjadi syarat penting agar industrialisasi mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Empat fokus tersebut meliputi pembangunan pekerja yang kompeten dan siap menghadapi perubahan, penguatan pasar kerja adaptif, penciptaan dunia kerja inklusif, serta penguatan hubungan industrial yang harmonis dan adaptif.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan arah kebijakan tersebut saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Plaza Kemnaker, Jakarta, Senin (17/08/2026).

Menurut Yassierli, agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, ketahanan pangan, dan ketahanan energi tidak akan berjalan optimal tanpa tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri.

“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli.

Pada fokus pertama, Kemnaker memperkuat kompetensi pekerja melalui pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. Program tersebut diarahkan agar kemampuan pekerja tidak tertinggal dari perubahan teknologi dan kebutuhan sektor industri.

Yassierli menilai sistem pelatihan ketenagakerjaan harus semakin cepat membaca perubahan kebutuhan dunia usaha, terutama di tengah perkembangan AI, otomasi, digitalisasi, transisi energi, dan kemunculan jenis industri baru.

“Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi,” katanya.

Pada fokus kedua, pemerintah memperkuat pasar kerja yang adaptif melalui layanan informasi ketenagakerjaan, pencocokan kerja (job matching), pemagangan, serta peningkatan keterampilan kembali (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling).

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang disebut Kemnaker mencatat sekitar 148 juta penduduk Indonesia telah bekerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen.

“Pasar kerja harus mampu mempertemukan orang yang membutuhkan pekerjaan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi mereka, secara lebih cepat dan tepat,” ujar Menaker.

Selain peningkatan kompetensi dan penguatan pasar kerja, Kemnaker menjadikan dunia kerja inklusif sebagai fokus ketiga dengan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh keterampilan dan pekerjaan layak.

Fokus keempat diarahkan pada penguatan regulasi dan hubungan industrial agar perkembangan industri berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan pekerja.

Yassierli, sebagaimana diberitakan Kemnaker, Senin (17/08/2026), menegaskan kemajuan industri pada akhirnya harus dapat diukur dari peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Tugas kita adalah membuat perjalanan mereka menjadi lebih baik: dari belajar menjadi kompeten, dari kompeten memperoleh pekerjaan, dari bekerja menjadi semakin produktif, dan dari produktivitas memperoleh kehidupan yang semakin sejahtera,” pungkasnya.

Pemerintah berharap penguatan kompetensi, pasar kerja, inklusivitas, dan hubungan industrial dapat membentuk tenaga kerja yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan industri, tetapi juga menjadi penggerak hilirisasi dan kemandirian ekonomi Indonesia. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com