Gardu Listrik Masjid Nabawi Rusak, Houthi Bantah Tuduhan Saudi

Serangan terhadap Stasiun Distribusi Listrik Taibah di Madinah merusak satu transformator yang memasok listrik ke Masjid Nabawi, sementara Saudi menuding Houthi dan kelompok tersebut membantahnya.

MADINAH – Satu transformator di Stasiun Distribusi Listrik Taibah, Madinah, Arab Saudi, dilaporkan rusak setelah serangan pada 29 September 2026. Fasilitas tersebut memasok listrik untuk Masjid Nabawi, tetapi kerusakan itu disebut tidak sampai mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan. Otoritas Saudi menuding Houthi sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut, sementara kelompok tersebut membantah tudingan itu.

Juru Bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman Turki Al Malki mengatakan kesimpulan mengenai keterlibatan Houthi diperoleh setelah dilakukan penyelidikan terhadap serangan yang terjadi pada pekan lalu. Menurut dia, serangan tersebut menyasar fasilitas distribusi listrik Taibah yang merupakan bagian dari infrastruktur sipil di Madinah.

“Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik,” kata dia dalam laporan kantor berita Saudi Press Agency, Kamis (01/10/2026).

Kerusakan pada salah satu transformator tidak menyebabkan gangguan pada jaringan listrik secara luas. Stasiun Taibah diketahui menjadi salah satu fasilitas yang menopang pasokan listrik ke Masjid Nabawi.

Al Malki kemudian mengaitkan serangan tersebut dengan dugaan upaya menargetkan dua masjid suci di Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan antara koalisi yang dipimpin Saudi dan Houthi kembali meningkat di sejumlah wilayah Yaman.

“Aksi teroris pengecut ini merupakan kelanjutan upaya milisi ekstremis untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan provokasi yang disengaja terhadap jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan menargetkan Makkah dan Madinah,” lanjut Al Malki.

Al Malki menegaskan koalisi Yaman dan Saudi akan terus mengambil serta menerapkan langkah-langkah untuk mencegah serangan Houthi. Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan resmi Saudi yang menyebut pemeriksaan terhadap puing-puing pesawat nirawak turut digunakan dalam penyelidikan keterlibatan Houthi.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh salah satu sumber militer Houthi. Sumber tersebut menyebut tudingan Saudi sebagai “kebohongan” dan menilai Saudi belum membuktikan tuduhan sebelumnya mengenai serangan Houthi terhadap Makkah. Bantahan itu juga dilaporkan Al Jazeera.

Perselisihan klaim tersebut muncul di tengah kembali intensifnya bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan Houthi. Di Provinsi Taiz, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan terlibat pertempuran dengan Houthi, sementara serangkaian serangan udara terjadi di sejumlah wilayah tenggara Taiz dan front Humayr di Distrik Maqbanah.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kerusakan fasilitas listrik di Madinah berlangsung bersamaan dengan eskalasi konflik di Yaman. Di sisi lain, karena fasilitas yang dilaporkan terkena serangan merupakan infrastruktur sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi, perkembangan penyelidikan dan bantahan dari pihak Houthi masih menjadi bagian penting dalam menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat, (02/10/2026). []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *