Kapal BUMKA Sebelang yang membawa sekitar 4,5 ton beras bantuan menuju Kampung Dasaq dan Jerang Melayu tenggelam setelah diduga menabrak kayu di Sungai Kedang Pahu, sementara tiga orang di dalamnya berhasil selamat.
KUTAI BARAT – Distribusi sekitar 4,5 ton beras bantuan pangan menuju Kampung Dasaq dan Jerang Melayu, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), terganggu setelah kapal milik Badan Usaha Milik Kampung (BUMKA) Sebelang tenggelam di Sungai Kedang Pahu, Kamis (27/08/2026) sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Tiga orang di dalam kapal selamat, sedangkan sebagian muatan beras masih dalam pendataan.
Kapal tersebut membawa beras bantuan pangan Perusahaan Umum (Perum) Bulog dari Kampung Sebelang menuju dua kampung penerima di Kecamatan Muara Pahu. Dalam proses penyelamatan sebelum kapal tenggelam, sekitar 20 karung beras berhasil dipindahkan ke daratan.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Pahu Dwi Yulistiono memastikan insiden di perairan Teluk Anggi, Kampung Tanjung Laong, tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, sebagaimana diberitakan Korankaltim, Jumat, (28/08/2026).
“Peristiwa terjadi di wilayah perairan Teluk Anggi. Untuk korban jiwa nihil,” kata Dwi Jumat (28/08/2026).
Berdasarkan laporan awal kepolisian, kapal dinakhodai Ardiansyah (54) bersama dua pengurus BUMKA Sebelang, yakni Firmansyah (49) dan Roni Setiawan (29).
Insiden bermula saat kapal melintasi kawasan Teluk Anggi dalam perjalanan membawa beras bantuan. Kapal diduga menabrak kayu hingga menyebabkan air mulai masuk dari bagian buritan.
Mengetahui adanya kebocoran, Ardiansyah segera mengarahkan kapal ke tepian dan mengikatnya. Ketiga orang di atas kapal kemudian berupaya menyelamatkan muatan sebelum kondisi kapal semakin parah.
Upaya tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 20 karung beras ke daratan. Namun, proses penyelamatan tidak dapat dilakukan terhadap seluruh muatan karena kapal kemudian tenggelam di Sungai Kedang Pahu.
Kepolisian telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal. Kapal BUMKA Sebelang masih berada dalam kondisi tenggelam, sementara penanganan diarahkan pada pemeriksaan saksi, koordinasi evakuasi kapal, serta pendataan beras bantuan yang terdampak.
“Untuk tindak lanjut, kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan berkoordinasi untuk proses evakuasi kapal,” kata Dwi.
Belum diketahui jumlah pasti beras yang rusak atau tidak dapat diselamatkan dalam insiden tersebut. Pendataan diperlukan untuk memastikan kondisi muatan sekaligus menentukan tindak lanjut terhadap penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di Kampung Dasaq dan Jerang Melayu.
Proses evakuasi kapal dan pendataan muatan masih menjadi fokus penanganan. Penyelesaian proses tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kondisi beras bantuan sekaligus kelanjutan distribusi pangan kepada masyarakat yang menjadi tujuan pengiriman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan