ilustrasi

Bantu Tangani Karhutla Kaltara, Basarnas Pastikan Operasi SAR Tetap Siaga

Basarnas Tarakan menerapkan sistem regu bergilir beranggotakan enam hingga delapan personel untuk membantu penanganan karhutla di Tarakan, Bulungan, dan Nunukan tanpa mengurangi kesiapan operasi pencarian dan pertolongan.

TARAKAN – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan memastikan kesiapan operasi pencarian dan pertolongan tetap terjaga meski personelnya turut dikerahkan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Untuk menjaga dua tugas tersebut tetap berjalan, Basarnas Tarakan membagi personel ke dalam sejumlah regu yang bekerja secara bergiliran. Strategi itu sekaligus diterapkan untuk mengurangi risiko kelelahan personel saat operasi pemadaman berlangsung dalam waktu lama dan di medan yang berat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, kondisi fisik personel menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keterlibatan Basarnas menangani karhutla. Karena itu, seluruh personel tidak diterjunkan secara bersamaan.

“Kami buat seperti beregu. Jadi, satu regu, satu regu bergilir. Karena kita harus buat pergantian apabila terjadi kelelahan, itu bisa digantikan sama teman-teman yang lain. Jadi, sistemnya di-standby-kan satu regu. Nanti kalau memang ada kegiatan pemadaman, kalau memang mereka sudah perlu diganti, kita gantikan dengan tim lagi yang lain. Jadi, semua personel kita siagakan,” ujar Syahril, sebagaimana diberitakan Tribunkaltara, Kamis, (27/08/2026).

Setiap regu terdiri atas enam hingga delapan personel. Untuk Nunukan dan Bulungan, Basarnas telah menyiagakan masing-masing dua regu di posko yang disiapkan pemerintah daerah setempat.

Basarnas juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan dukungan personel dapat segera diberikan ketika dibutuhkan dalam operasi lapangan.

“Dan kita juga sudah koordinasi sama pemerintah daerah, khususnya di BPBD, untuk kalau memang ada hal-hal yang perlu dibutuhkan untuk dukungan tersebut, kami 1×24 jam siap untuk menerjunkan personil di lapangan,” tegasnya.

Khusus di Tarakan, Basarnas lebih dahulu menurunkan tim awal beranggotakan delapan personel yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam penanganan kebakaran. Regu lainnya disiapkan untuk menggantikan tim tersebut apabila diperlukan.

“Ada satu regu sekitar 8 orang. Nanti akan disusul juga dengan regu-regu yang lain. Tapi untuk yang standby pertama itu yang mempunyai kompetensi dulu,” tutur Syahril.

“Mungkin pernah mendapat pembekalan di KTI ataupun di Pemadam. Nah, itu yang kita coba dahulukan di tim pertama tadi,” tuturnya.

Selain mengatur pergantian personel, Basarnas membekali tim awal dengan alat pelindung diri (APD), termasuk breathing apparatus, untuk mengantisipasi paparan asap tebal selama berada di lokasi kebakaran. Adapun peralatan pemadaman didukung melalui kolaborasi dengan BPBD serta instansi kehutanan.

Menurut Syahril, pembagian personel tersebut telah diperhitungkan agar keterlibatan Basarnas dalam penanganan karhutla tidak mengurangi kesiapan menghadapi kecelakaan maupun kejadian lain yang membutuhkan operasi pencarian dan pertolongan.

“Harus ada tim-tim yang disiapkan, satu regu di sini, satu regu di sini. Itu kita sudah perhitungkan, jadi tidak semua turun. Karena kita harus me-backup semua kejadian terkait dengan karhutla ataupun kejadian laka SAR, kejadian kecelakaan SAR. Jadi, tetap semua kita akan laksanakan tugas-tugas yang sudah diperintahkan,” ungkap Syahril.

Kesiapsiagaan tersebut juga diarahkan untuk mengantisipasi meluasnya dampak karhutla terhadap masyarakat, terutama gangguan kesehatan akibat asap maupun risiko kebakaran yang semakin besar apabila tidak segera ditangani.

“Yang mungkin dari pernapasan ataupun kebakaran, karena kalau tidak ditangani cepat kan bisa lebih luas lagi nanti, akan berdampak ke masyarakat,” pungkas Syahril.

Dengan sistem regu bergilir, Basarnas Tarakan berupaya mempertahankan kemampuan membantu penanganan karhutla di Kaltara tanpa mengurangi kesiapan menjalankan tugas utama pencarian dan pertolongan ketika terjadi kondisi darurat lainnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com