Di Tengah Asap Karhutla, Relawan Banjarbaru Diingatkan Pakai APD

Pemkot Banjarbaru menekankan penggunaan APD dan keselamatan relawan dalam upaya pengendalian karhutla di Liang Anggang.

BANJARBARU – Keselamatan relawan menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru mengingatkan personel yang terlibat dalam pemadaman agar mengutamakan perlindungan diri saat melakukan pembasahan lahan di tengah kepungan asap.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby ketika mendatangi posko relawan di Jalan Karya Manuntung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Minggu (30/8/2026) siang. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung aktivitas relawan yang berupaya mengendalikan titik karhutla sekaligus memberikan dukungan terhadap operasional mereka.

Lisa meminta seluruh personel lapangan menggunakan alat pelindung diri (APD), termasuk masker dan perlengkapan keselamatan lainnya selama menjalankan tugas. “Untuk seluruh petugas relawan di lapangan, tetap gunakan APD saat melaksanakan pemadaman Karhutla. Gunakan masker dan alat perlengkapan lainnya,” ingat Lisa Halaby, sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Senin (31/08/2026).

Selain perlindungan diri, Lisa mengingatkan relawan agar memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di lokasi kebakaran. Menurut dia, upaya pemadaman tidak boleh mengabaikan keselamatan orang-orang yang berada paling dekat dengan sumber api dan asap.

“Ulun atas nama pribadi mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya buat seluruh relawan yang telah berkolaborasi, bersinergi, gotong royong untuk memadamkan karhutla tanpa pamrih di Kota Banjarbaru,” ucapnya.

Dukungan terhadap relawan juga dinilai penting karena pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Ketua Komunitas Relawan Karhutla Liang Anggang Andre mengatakan kehadiran kepala daerah memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap relawan yang terlibat langsung di lapangan.

“Khususnya komunitas relawan Liang Anggang sangat terbantu dengan kedatangan Ibu Wali Kota memberi kami support di lapangan. Bahwa ada andil dari pemerintah kepada kami relawan swasta khususnya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Lisa turut didampingi para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Rakat Kota Banjarbaru. Keterlibatan unsur pemerintah, relawan, masyarakat, dan dunia usaha memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, terutama ketika kebakaran berpotensi meluas.

Aktivitas pembasahan lahan di kawasan Liang Anggang menjadi bagian dari upaya mengendalikan ancaman karhutla yang masih terjadi di Banjarbaru. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas unsur dapat terus diperkuat, sementara relawan tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com