Patroli Satpol PP Nunukan Ungkap Anak Badut Jalanan Tak Mengenyam Pendidikan

Tiga anak di bawah umur ditemukan beraktivitas sebagai badut jalanan di Nunukan, dengan hasil pendataan menunjukkan adanya anak yang tidak bersekolah bahkan belum pernah mengikuti pendidikan formal.

NUNUKAN – Temuan tiga anak di bawah umur yang beraktivitas sebagai badut jalanan di kawasan Jalan Lingkar Nunukan Selatan, Sabtu (05/09/2026) malam, mengungkap persoalan lebih luas terkait pengawasan keluarga dan pemenuhan hak pendidikan anak. Dari hasil pendataan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nunukan, seorang anak berusia 13 tahun, sementara terdapat anak yang tidak bersekolah dan salah satunya mengaku belum pernah mengikuti pendidikan formal.

Ketiga anak tersebut ditemukan secara terpisah ketika petugas Satpol PP Nunukan melaksanakan patroli rutin. Setelah didata dan mendapat pembinaan, mereka diminta kembali ke rumah masing-masing agar berada dalam pengawasan keluarga.

Kepala Satpol PP Nunukan Mesak Adianto mengatakan penanganan anak-anak tersebut tidak semata-mata dilihat dari aspek ketertiban umum, tetapi juga keselamatan dan perlindungan anak.

“Ketiga anak yang kami temukan masih di bawah umur, bahkan salah satunya baru berusia 13 tahun, karena itu, kami tidak hanya melihat dari sisi ketertiban, tetapi juga keselamatan mereka. Kami berikan pembinaan dan meminta mereka untuk pulang ke rumah,” ujar Mesak, sebagaimana diwartakan Simp4tik, Sabtu, (05/09/2026).

Menurut Mesak, keberadaan anak di jalan pada malam hari membutuhkan perhatian serius dari keluarga. Orang tua dinilai perlu mengetahui aktivitas anak, terutama ketika mereka berada di luar rumah hingga malam.

Petugas juga mengamankan atribut badut yang digunakan ketiga anak tersebut. Atribut baru dapat diambil kembali dengan ketentuan anak datang bersama orang tua ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Nunukan.

“Atribut badut yang digunakan kami amankan dan untuk mengambilnya kembali harus datang ke Mako Satpol PP dengan membawa orang tua masing-masing. Ini agar orang tua mengetahui aktivitas anaknya,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar keluarga mengetahui aktivitas anak sekaligus terlibat langsung dalam proses pembinaan. Satpol PP Nunukan menilai keterlibatan keluarga menjadi unsur penting untuk mencegah anak kembali beraktivitas di jalan tanpa pengawasan.

“Kami berharap orang tua lebih memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan sampai anak berada di jalan pada malam hari tanpa diketahui orang tua. Ini bukan hanya persoalan ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” tegasnya.

Selain persoalan ketertiban dan keselamatan, temuan anak yang tidak bersekolah bahkan belum pernah mengikuti pendidikan formal turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pemenuhan hak dasar anak. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya keterlibatan tidak hanya keluarga, tetapi juga instansi terkait untuk memastikan anak memperoleh perlindungan dan akses pendidikan.

Satpol PP Nunukan akan melanjutkan pengawasan di sejumlah ruang publik. Pendekatan pembinaan dan keterlibatan keluarga diharapkan tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mencegah anak berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depannya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com