Disdikbud Kutim Gandeng Universitas Negeri Malang Perkuat Mulok Bahasa Kutai

Disdikbud Kutim menerapkan mulok Bahasa Kutai mulai SD hingga SMP sekaligus meningkatkan kualifikasi 100 guru untuk memperkuat pelestarian bahasa ibu dan kualitas pembelajaran.

KUTAI TIMUR – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerapkan muatan lokal (mulok) Bahasa Kutai secara menyeluruh mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim juga mengirim 100 guru mengikuti pendidikan bahasa guna meningkatkan kompetensi tenaga pengajar.

Penerapan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melestarikan bahasa ibu sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono mengatakan, mulok Bahasa Kutai telah diterapkan pada seluruh kelas di jenjang SD hingga SMP.

“Kita memang mulok bahasa Kutai ini sudah kita terapkan di semua kelas mulai jenjang SD sampai dengan SMP,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disdikbud Kutim, Selasa (15/09/2026).

Meski telah diterapkan secara menyeluruh, Mulyono mengakui program tersebut masih menghadapi kendala pada kualifikasi tenaga pengajar. Sebagian besar guru yang mengajar Bahasa Kutai belum memiliki latar belakang pendidikan formal yang secara khusus mendalami bahasa tersebut.

“Persoalannya adalah guru-guru kita belum punya pendidikan formal bahasa Kutai,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, Disdikbud Kutim menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) melalui program peningkatan kualifikasi berbasis Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut membuka jalur bagi guru Bahasa Indonesia untuk memperdalam spesialisasi bahasa daerah, khususnya Bahasa Kutai. Dalam pelaksanaannya, sebagian tenaga pengajar juga melibatkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda.

“Jadi insyaallah tahun ini sudah kita kirim 100 orang untuk menempuh pendidikan bahasa,” kata Mulyono.

Menurut Mulyono, peningkatan kualifikasi guru menjadi salah satu strategi Disdikbud Kutim untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Kutai di sekolah.

Konsistensi penerapan bahasa daerah tersebut juga disebut mengantarkan Kutim meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan pada Mei 2026 atas penerapan bahasa ibu secara menyeluruh. Kutim disebut menjadi satu-satunya kabupaten di Kaltim yang menerima penghargaan tersebut.

Melalui penerapan mulok dan peningkatan kompetensi guru, Disdikbud Kutim berharap Bahasa Kutai tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah. [] (ADV)

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com