PPI Bontang Didorong Jadi Wadah Pemuda yang Inovatif

Musda VI PPI Bontang tidak hanya membahas regenerasi kepengurusan, tetapi juga mendorong organisasi memperluas kontribusi pemuda dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

BONTANG – Regenerasi kepemimpinan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bontang diarahkan tidak berhenti pada pergantian pengurus, tetapi harus diikuti peningkatan kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah. Pesan itu mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI PPI Kota Bontang di Auditorium 3D Bontang, Minggu (20/09/2026).

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris yang membuka kegiatan tersebut menilai forum organisasi harus menjadi ruang untuk merumuskan peran pemuda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk kondisi fiskal yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

“Forum seperti ini tidak hanya kita maknai sebuah pergantian. Jauh lebih dari itu, kita ingin sama-sama membangun Kota Bontang yang kita cintai dan Indonesia yang kita cintai,” kata Agus Haris.

Menurut Agus, perubahan kemampuan anggaran Bontang yang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk generasi muda.

Ia mengatakan, kondisi tersebut perlu direspons melalui pembangunan yang lebih terarah serta pengelolaan sumber daya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Artinya ada persoalan besar yang harus diselesaikan,” katanya.

Ketua PPI Kalimantan Timur (Kaltim) Indrawati mengatakan Musda VI menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi PPI Bontang untuk beberapa tahun mendatang. Ia menilai keberhasilan forum tersebut tidak semata-mata diukur dari terpilihnya pengurus baru, tetapi dari kemampuan organisasi menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan PPI dibangun atas fondasi kedisiplinan, integritas, dan loyalitas. Nilai tersebut, kata dia, harus diterjemahkan melalui kepemimpinan yang matang serta kegiatan yang memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Kita tidak boleh sekadar menjadi penonton atau organisasi yang eksis saat momen Paskibraka 17 Agustus,” ucap Indrawati.

Indrawati juga mendorong PPI Bontang bertransformasi menjadi wadah pemuda yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, pengalaman sebagai anggota Paskibraka dapat dilanjutkan melalui kegiatan organisasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Musda VI PPI Bontang Radian Falah mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun arah organisasi pada periode berikutnya.

“Sekaligus memilih dan menetapkan kepengurusan periode berikutnya,” ucap Radian.

Musda VI PPI Bontang mengusung semangat bersinergi, berintegritas, dan berkontribusi. Kegiatan tersebut diikuti anggota PPI Bontang dari berbagai angkatan, mulai 1987 hingga 2025, sehingga forum juga menjadi ruang konsolidasi lintas generasi dalam menentukan keberlanjutan organisasi.

Dengan tuntutan agar organisasi tidak hanya aktif pada momentum Paskibraka, kepengurusan yang terbentuk diharapkan mampu menerjemahkan nilai kedisiplinan, integritas, dan loyalitas ke dalam program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan Bontang. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *