Pemkab Kapuas menyalurkan hibah operasional masing-masing Rp15 juta kepada 24 BPK swasta untuk memperkuat kesiapan personel dan peralatan menghadapi kebakaran, termasuk karhutla.
KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas memperkuat kesiapsiagaan kelompok pemadam kebakaran swasta dengan menyalurkan hibah operasional kepada 24 Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang respons cepat relawan, terlebih wilayah Kapuas tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kapuas itu diberikan kepada masing-masing BPK sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional kelompok dalam menjalankan tugas penanganan kebakaran di lapangan.
Kepala DPKP Kapuas Jenderawan mengatakan bantuan itu diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kelompok pemadam kebakaran swasta yang selama ini ikut mengambil peran dalam penanganan kebakaran, terutama pada tahap awal kejadian di lingkungan permukiman masyarakat.
“Ada sebanyak 24 kelompok atau BPK swasta yang menerima bantuan dana hibah operasional masing-masing sebesar Rp15 juta,” kata Jenderawan di Kuala Kapuas, Senin (21/09/2026), sebagaimana dilansir Antara.
Menurut dia, keberadaan BPK swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan penanganan kebakaran di wilayah Kapuas. Dukungan operasional diharapkan dapat membantu kelompok relawan menjaga kesiapan personel sekaligus memenuhi kebutuhan perawatan dan peralatan yang digunakan ketika bertugas.
Bantuan tersebut juga diharapkan dimanfaatkan sesuai peruntukan sehingga tidak hanya mendukung aktivitas rutin, tetapi turut meningkatkan kemampuan BPK dalam merespons kejadian kebakaran secara cepat.
Jenderawan menegaskan, dukungan terhadap BPK swasta merupakan bentuk perhatian Pemkab Kapuas kepada para relawan yang selama ini membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai kejadian kebakaran.
“Apa lagi saat ini di wilayah kita sedang menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” terangnya.
Dengan dukungan tersebut, kesiapsiagaan BPK swasta diharapkan semakin kuat, baik dari sisi personel maupun peralatan. Penguatan kapasitas relawan sekaligus diharapkan memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi kebakaran, terutama di tengah situasi karhutla yang membutuhkan respons cepat dan dukungan lapangan yang memadai. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan