Ratusan warga Amerika Serikat menggelar aksi di sekitar Markas PBB saat delegasi Iran mengikuti Sidang Majelis Umum dan menyerukan perubahan pemerintahan di Teheran.
NEW YORK – Kehadiran delegasi Iran dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York diwarnai aksi protes ratusan warga Amerika Serikat yang menyerukan perubahan pemerintahan Iran, Selasa (22/09/2026).
Massa berkumpul di sekitar Markas PBB sambil membawa bendera National Council of Resistance of Iran (NCRI) atau Dewan Nasional Perlawanan Iran serta foto Reza Pahlavi. NCRI merupakan koalisi politik oposisi Iran yang beraktivitas dari luar negeri.
Aksi tersebut mendapat sorotan karena berlangsung ketika delegasi Iran berada di Markas PBB untuk mengikuti rangkaian SMU PBB. Ketua terpilih NCRI, Maryam Rajavi, menyatakan keberatannya atas kehadiran Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam forum internasional tersebut.
“Selama rezim masih memegang kekuasaan, represi, eksekusi, terorisme, provokasi perang akan terus berlanjut,” kata dia sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (23/09/2026).
“Solusinya adalah mengubah rezim Iran oleh warga Iran dan perlawanan terorganisir mereka,” imbuh Rajavi.
Isu hukuman mati turut menjadi bagian dari seruan kelompok yang menggelar aksi. Dalam laporan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, data PBB menyebut 56 orang di Iran telah dieksekusi dengan tuduhan terkait keamanan nasional sejak Maret, sementara lebih dari 100 orang lainnya menghadapi hukuman mati.
Seruan perubahan pemerintahan juga disampaikan Majid Sadeghpu dari Organisasi Komunitas Amerika-Iran. Ia menekankan bahwa perubahan di Iran menurutnya tidak seharusnya dilakukan melalui campur tangan negara asing.
“Rezim ini tak akan berubah, juga tak akan digulingkan dengan intervensi asing,” kata dia, dikutip CBS.
“Dukung warga Iran, dan oposisi terorganisir mereka untuk melengserkan rezim ini,” imbuh dia.
Aksi tersebut diperkirakan berlanjut ketika Pezeshkian menyampaikan pidatonya dalam SMU PBB pada Rabu (23/9). Dengan demikian, kehadiran delegasi Iran di New York tidak hanya menjadi bagian dari agenda diplomasi pemerintah Iran, tetapi juga beriringan dengan penyampaian aspirasi kelompok oposisi di luar negeri.
Seruan mengenai perubahan pemerintahan Iran sebelumnya juga menjadi bagian dari sikap yang disampaikan Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara tersebut diketahui terlibat dalam konflik dengan Iran pada 2026, sementara masing-masing pihak menyampaikan posisi berbeda mengenai masa depan pemerintahan Iran. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan