Pemkab Berau mendorong generasi muda mengembangkan kemampuan menulis untuk mengabadikan cerita, potensi, dan pengetahuan daerah melalui karya yang dapat diwariskan lintas generasi.
BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong generasi muda menjadikan kemampuan menulis sebagai sarana mengabadikan cerita, pengalaman, dan potensi daerah melalui karya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Menulis bertajuk “Gali, Tulis, Wariskan” di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Rabu (23/09/2026).
Bimtek yang mengusung tema “Gali Inspirasinya, Tulis Ceritanya, Wariskan Karyanya” itu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kepenulisan peserta, tetapi juga membangun kesadaran bahwa berbagai cerita dan potensi di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber gagasan yang bernilai.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Berau yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Warji. Dalam sambutan Bupati Berau yang disampaikannya, Pemkab Berau mengapresiasi para peserta, khususnya generasi Z, yang secara mandiri memilih mengikuti kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi.
“Saya merasa bangga melihat antusiasme para peserta, khususnya generasi Z, yang secara mandiri mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan ini. Di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi yang tidak semuanya memberikan dampak positif, keberanian untuk memilih kegiatan yang produktif seperti bimtek ini merupakan hal yang patut diapresiasi,” ujarnya, sebagaimana diberitakan DiskominfoIKP, Rabu, (23/09/2026).
Menurutnya, kemampuan menulis tidak sebatas merangkai kata atau menentukan diksi, tetapi juga membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus mengembangkan gagasan. Menulis dinilai dapat menjadi media untuk meninggalkan rekam jejak intelektual sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Bagi saya, menulis bukan sekadar merangkai kata atau memilih diksi yang tepat, tetapi merupakan wujud ketekunan dan kedisiplinan dalam mengubah sebuah ide menjadi sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Menulis juga memberikan kepuasan batin, meninggalkan rekam jejak intelektual, serta dapat memberikan solusi dan motivasi bagi orang lain yang membacanya,” katanya.
Dorongan untuk terus menghasilkan karya juga disampaikan kepada peserta agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran sesaat. Pemkab Berau berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi lahirnya penulis baru yang mampu mengangkat berbagai cerita, potensi, dan kekayaan lokal.
“Proses menulis tentu memiliki suka dan duka serta tantangan tersendiri. Karena itu, jangan pernah ragu untuk terus belajar dan berproses. Semoga melalui bimbingan teknis ini, para peserta dapat semakin kritis, produktif, dan mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang turut memajukan dunia literasi di Kabupaten Berau,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula permohonan maaf Bupati Berau karena tidak dapat hadir secara langsung lantaran menjalankan tugas dinas luar. Pemkab Berau disebut terus menjaga pelaksanaan program prioritas daerah di tengah penyesuaian anggaran, termasuk melalui koordinasi dan dukungan pemerintah pusat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dan foto bersama. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memperkaya materi kepenulisan, yakni Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Mariani, Evi Sulisyaningsih, Kariani Tri Tialani, serta Surya Darma.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau Sunarto, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Nurseha, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau perwakilan, serta peserta bimtek.
Melalui kegiatan ini, menulis didorong tidak lagi dipandang semata-mata sebagai bakat yang hanya dimiliki sebagian orang. Kemampuan tersebut diharapkan berkembang sebagai keterampilan yang dapat dipelajari secara terstruktur, sekaligus menjadi jalan untuk mendokumentasikan pengetahuan, pengalaman, dan identitas daerah agar tetap dikenal generasi mendatang. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan